Belajar Khusyuk di Tengah Hiruk Pikuk

Malam tadi Sabtu, 7 September 2019 serentak berlangsung majelis ilmu Maiyahan di beberapa titik Simpul Maiyah yakni Tasawwuf Cinta, Juguran Syafaat, Maneges Qudroh, Kidung Syafaat dan SabaMaiya.

“Ndandani Niat” dijadikan tema oleh Tasawwuf Cinta. Simpul Maiyah di Nganjuk itu tengah mensyukuri miladnya yang ke-3. Mereka mengambil sarana refleksi diri dengan nguri-uri spirit dari Kanjeng Sunan Kalijogo.

Di tengah hiruk pikuk berbagai isu yang tak pernah jengah menghampiri baik di media massa maupun media sosial, Jamaah di Simpul-Simpul Maiyah tersebut lebih berkonsentrasi untuk belajar khusyuk pada aktivitas muhasabah meneliti kembali apa sebetulnya yang sedang dikerjakan, bagaimana niat dan dan kemana orientasinya.

Karenanya, Juguran Syafaat di Purwokerto malam tadi mengambil tema “Polusi Teori”, sekadar menyiapkan sikap kuda-kuda, supaya tidak perlu ikut kintir pada arus informasi yang tidak memberdayakan. Mas Sabrang yang juga hadir malam hari itu membuat shaf-shaf Jamaah menjadi lebih rapat sebab jumlah yang hadir lebih banyak dari biasanya.

Sementara itu di Magelang, Maneges Qudroh mengambil tempat yang tidak seperti biasanya. Karena Omah Maneges sedang dalam renovasi, mereka bermajelis di tepian Sungai Elo tepatnya di Rapid Volcano Rafting Brogo di Mungkid.

Kidung Syafaat di Salatiga mendiskusikan tentang Independensi Manusia. Diantara ulasan mereka adalah, memang kebebasan adalah hak setiap manusia, tetapi yang mesti diseimbangi dengan kewajiban untuk tidak mengganggu dan merenggut kebebasan orang lain.

Kemudian SabaMaiya mengistiqomahi rutinan bulan ini di collaboration area mereka, yakni di Syin Foodcourt di Kota Wonosobo. Demikianlah kilas kegiatan Maiyahan yang berlangsung malam tadi. Semoga menjadi informasi bagi teman-teman semua. (Rizky D. Rahmawan)

Buku Cak Nun