Menyaksikan

Penekanan makna syahadat pada kata kerja “menyaksikan” sangat erat kaitannya dengan Islam sebagai dimensi kepasrahan diri. Kita harus menyaksikan setiap saat bahwa tiada Tuhan selain Allah. Agar kita tetap berserah diri kepada-Nya di setiap ruang dan waktu.

Jika ini kita lakukan, maka kita tak terjerumus ke dalam kebohongan, arogansi, dan independensi egosentris. Pada gilirannya tentu membebaskan bumi dari pertumpahan darah dan kerusakan.

Inilah makna perbedaan antara “menyaksikan” dan “kesaksian”. Efek menyaksikan adalah kepasrahan dan penyerahan diri, sedangkan efek kesaksian adalah legitimasi menjadi bagian dari umat.

Dr. Muhammad Nursamad Kamba

Buku Cak Nun