Munajat Kepada Allah Untuk Kebaikan Bersama

Maiyah dan Jamaah Maiyah telah dan terus belajar titen akan peran, pesan dan perkenan Allah dalam dan atas segala keadaan. Termasuk di dalamnya tentang dirinya, diri Maiyah, maupun Indonesia. Melihat situasi dan kondisi yang kita lihat bersama akhir-akhir ini, tersadarlah bahwa benar-benar kita sudah tidak memiliki daya dan upaya untuk berbuat apa-apa lagi. Seluruhnya, kita menyerahkan sepenuhnya kepada Allah Swt untuk keselamatan dan kebaikan Bangsa Indonesia.

Sebagai salah satu lelaku dan bentuk titen itu pula, Kamis 16 Mei 2019 para penggiat di berbagai Simpul Maiyah di Indonesia berkumpul, duduk bersama, khusyuk bershalawat, melantunkan wirid, bermunajat, memanjatkan doa-doa untuk kebaikan dan keselamatan bersama. Menyadari diri sebagai manusia yang al-faqir ‘indallah, segala daya dan upaya yang bisa dilakukan, telah dilakukan. Wirid dan Shalawat ini adalah salah satu upaya untuk terus memohon dan memesrai Allah agar selalu menjaga keselamatan bangsa Indonesia. Wirid dan Shalawat yang dilantunkan ini juga merupakan bentuk ungkapan cinta dan rindu kepada Kanjeng Nabi Muhammad Saw.

Wirid dan Shalawat ini dihaturkan untuk kembali menjernihkan kembali pikiran dan akal, mengendapkan lagi nafsu dan emosi. Terus menguatkan persesuaian frekuensi dengan berpegang teguh kepada tali Allah dan gondelan klambine Kanjeng Nabi.

Demi penjagaan-Nya atas apa yang sedang dan akan dihadapi Indonesia, dari segala kerusakan, keprihatinan, dan jerih payah Bangsa Indonesia, wabil khusus demi segala pengayoman-Nya atas Mbah Nun, KiaiKanjeng dan keluarga, serta pengasuhan-Nya atas seluruh Jamaah Maiyah dan keluarganya.

Sebisa mungkin, semaksimal mungkin upaya-upaya riyadlah seperti ini diharapkan juga seluruh Jamaah Maiyah di berbagai penjuru melaksanakannya, baik sendiri maupun bersama-sama. Melantunkan shalawat, wirid dan dzikir, bermunajat kepada Allah Swt. Semoga Allah Swt selalu menjaga kita semua. Amin.

Buku Cak Nun