CakNun.com

Qori’ Kepahitan

Tulisan ini diambil dari buku Ian L. Betts, Jalan Sunyi Emha, Penerbit Buku Kompas, Jakarta, 2006

Dia adalah sosok pribadi yang menggoreskan perannya di tengah masyarakat plural, bermodalkan kepribadian yang kuat.

Kuat dalam berprinsip, tahan menghadapi cobaan hidup sepahit-pahitnya. Takut hanya kepada Allah dan hanya mengharap Ridha Allah, luas pergaulan tanpa pilih-pilih, khususnya para duafa.

Rujukan utama pemikirannya sejalan dengan hobinya sebagai Qori’ di Pondokan Modern Daarussalam Gontor.

Peka terhadap kemanusiaan, tidak suka pemaksaan oleh dan terhadap siapa pun.

Semua orang mempunyai interest untuk menonjolkan diri, cuma cara dan frekuensinya yang terkadang berbeda-beda. Saya melihat interest untuk ke situ kecil sekali dan prosesnya amat sangat wajar sekali, tetapi hasilnya maksimal.

KH Hasan Abdullah Sahal, Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor.

Lainnya

Selalu Kerangka Kepentingan Rakyat

Selalu Kerangka Kepentingan Rakyat

Pemihakannya pada wong cilik menempatkan dia pada posisi selalu diawasi. Apalagi ketika Soeharto masih berkuasa. Tapi semakin diawasi dan ditekan, semakin produktif, karyanya banyak dan bermutu.

EMHA

EMHA
“Aku Salah Satu Pantainya Cak Nun”

“Aku Salah Satu Pantainya Cak Nun”

Tetapi dengan melayari lautan Cak Nun, aku merasakan kegairahan tersendiri, yang timbul dari pikiran-pikirannya yang luas, jujur, berani dan mbeling.

Exit mobile version