CakNun.com

Selalu Kerangka Kepentingan Rakyat

Tulisan ini diambil dari buku Ian L. Betts, Jalan Sunyi Emha, Penerbit Buku Kompas, Jakarta, 2006
Jalan Sunyi Emha, Ian L. Betts, Penerbit Buku Kompas, 2006.
Jalan Sunyi Emha, Ian L. Betts, Penerbit Buku Kompas, 2006.

Saya sangat kagum dan respek dengan produktivitas pemikirannya yang tampak dari begitu banyak puisi dan juga buku-bukunya.

Pemikirannya selalu dalam kerangka kepentingan rakyat. Pemihakannya pada wong cilik menempatkan dia pada posisi selalu diawasi. Apalagi ketika Soeharto masih berkuasa. Tapi semakin diawasi dan ditekan, semakin produktif, karyanya banyak dan bermutu.

Tidak semua seniman, budayawan, dan penyair memiliki kemampuan seperti dia. Mungkin dia memiliki karunia khusus dari Allah.

Kelebihannya, dia adalah intelektual yang independen dan tidak terjebak dalam politik kekuasaan. Konsistensi sikapnya hingga kini tetap dipertahankan. Artinya, dia tetap mengambil sikap oposan dalam situasi politik apa pun.

Taufik Ismail, Penyair.

Lainnya

EMHA

EMHA

Pengantar

Sekelumit fenomena Emha di zaman ORBA yang kerap menjadi langganan pencekalan berhasil ditangkap oleh N.

40 Tahun Dekolonialisasi Cak Nun

40 Tahun Dekolonialisasi Cak Nun

Bila pada tahun 1930-an para cendekiawan mengupayakan dekolonialisasi substantif dan akad politiknya berwujud kemerdekaan 1945, maka tahun 1970-an Cak Nun memulai esai-esai lepasnya dan akad bukunya kemudian terbit pertama kali 1983.

Exit mobile version