CakNun.com

Pemimpin-70

Menjadi Presiden Indonesia tidak harus sanggup memahami level-level komplikasi global dan nasional, yang mengisi lembaran-lembaran sejarah ummat manusia hari ini dan di masa depan.

Juga tidak harus mengerti kompleksitas masalah dan tantangan bangsanya, warganya, rakyatnya.

Juga tidak harus punya kesanggupan untuk mengelola dan menaklukkannya. 

Bahkan Presiden Indonesia tidak harus mampu memetakan hirarki-hirarki komplikasi di dalam dirinya sendiri.

Yang utama adalah menempuh strategi untuk membuat rakyat mabuk dan kehilangan akal sehat.

Lainnya

Pemimpin-28

Pemimpin-28

Tidak tumbuh kesungguhan berpikir tentang Pemimpin dan kepemimpinan oleh Indonesia dalam menjalani sejarah bangsa dan Negaranya.

Tidak ada kegelisahan kreatif dan kecemasan intelektual untuk (dan) tenang-tenang saja menderet berbagai kata: pemimpin, pejabat, penguasa, direktur, manager, pemerintah, pemuka, tokoh, ketua, kepala. Sampai ada wakil rakyat, tanpa rakyat pernah menjadi ketuanya.

Tidak ada kesibukan tafakkur tentang itu semua di lapisan dan segmen manapun. Pun di kalangan intelektual, ulul albab, ulul abshar, ulun nuha, dll.

Khayal besar kalau Indonesia akan punya Pemimpin dengan kualitas yang sepantasnya, berdasarkan hamparan nilai dan cakrawala ilmu yang dilimpahkan oleh Allah ke dalam kehidupan manusia.

Pemimpin-18

Pemimpin-18

Indonesia tak punya rencana untuk bubar, pada tahun atau abad berapapun. 

Maka yang dihayati dan dikerjakan oleh Kepala Negara Indonesia adalah bagaimana membangun kegembiraan dan kebahagiaan rakyat sampai anak cucu selama keabadian.

Tapi yang dibayar oleh rakyat untuk mengurusi Negara adalah Pemerintah per 5 tahun. Dan yang dilakukan oleh Kepala Pemerintahan Indonesia selama 5 tahun terutama adalah bagaimana bekerja demi supaya memerintah lagi 5 tahun berikutnya.

Jadinya tak sempat mikir Negara yang keperluannya “abadi”. De facto tidak ada Kepala Negara.

Exit mobile version