CakNun.com

Mukjizat

Bentuk mukjizat masa kini tidak lagi berkutat pada keajaiban yang menyalahi keteraturan, tapi justru pada keteraturan itu sendiri. Terbitnya matahari dari timur sejak berjuta-juta tahun dalam satu orbit dari timur ke barat adalah keteraturan yang benar-benar mukjizat. Spons atau bunga karang yang sudah terpotong-potong, dan setiap potongannya membentuk dirinya kembali menjadi spons yang sempurna, pun mukjizat.

Tumbuh-tumbuhan yang ditanam dari tangkainya, atau dari bijinya, masing-masing tumbuh dan menciptakan struktur baru serta mengembalikan bagian-bagian yang hilang: cabang, ranting, dan daun, juga mukjizat. Persis seperti juga gen manusia yang memuat seluruh organ-organnya, yang termuat dalam sel-selnya. Semua itu mukjizat.

Fakta-fakta ilmiah sungguh menakjubkan, tapi narasi keagamaan masih melanjutkan kepercayaan klasik bahwa mukjizat adalah keajaiban yang meyalahi keteraturan dan konsistensi hukum alam. Fakta bahwa setiap bagian kehidupan sampai yang sekecil-kecilnya mampu merekonstruksi diri, sesungguhnya jauh lebih menakjubkan daripada kemampuan akrobatik tukang sulap memotong-motong sapu tangan sampai beratus-ratus potongan dan mengembalikan seperti semula. Anehnya, narasi keagamaan — yang dibangun berdasarkan kepercayaan di luar fakta ilmiah — hanya terkesan menekankan pada keyakinan. Padahal, keyakinan tidak mungkin dicapai tanpa fakta.

Lainnya

Setelah “Sinau Bareng”

Setelah “Sinau Bareng”

Di markas Maiyah Kadipiro sedang intensif dan khusyu’ dirembug lanjutan ijtihad dari “Sinau Bareng”, yang sebelumnya pernah ada era “Pengajian Tombo Ati” dll.

Omnibus Law dan Pemuda

Omnibus Law dan Pemuda

Menaruh hormat kepada para pejuang muda yang turun ke jalan di berbagai kota di ...

Exit mobile version