CakNun.com

Beragama Transaksional

Sebelum berlanjut membahas mukjizat, mari kita mundur sejenak dengan membahas apa yang biasa disebut “iming-iming” — yang nantinya bermuara pada harapan-harapan untuk mengalami atau mendapatkan mukjizat. Para penceramah agama, yang bermunculan bak cendawan di musim hujan, belum mampu meyakinkan umatnya bahwa ketaatan perlu dikerjakan semata-mata karena ketaatan itu memang baik — tanpa iming-iming balasan apa pun.

Tapi, faktanya, ketaatan masih harus dimotivasi dengan iming-iming surga atau ancaman neraka. Akibatnya, cara beragama menjadi transaksional, seolah orang-orang beragama tidak akan pernah beranjak dewasa lantaran sikap dan perilakunya tergantung pada “iming-iming”.

Lainnya

Niat yang Baik dan Benar

Niat yang Baik dan Benar

Yang mengharapkan berjumpa dengan Allah, syaratnya adalah melakukan amal yang shalih (baik sesuai tuntunan Allah) dan melakukan amal baik tersebut karena Allah, bukan untuk selain Allah.

Exit mobile version