CakNun.com

Seolah-Olah

Pengalaman kebersatuan dengan Tuhan tidak bisa diungkapkan dan dijelaskan dalam bentuk bahasa apa pun. Bahkan dengan bahasa isyarat sekalipun. Para pejalan sunyi yang memperoleh pengalaman ini menegaskan bahwa pengungkapan yang paling memungkinkan bagi pengalaman tersebut hanyalah “seolah-olah”. Seolah-olah iya tapi tidak, seolah-olah tidak tapi iya. Seolah-olah Dia padahal bukan, seolah-olah bukan padahal Dia. Seolah-olah sampai padahal belum, seolah-olah belum padahal sudah sampai.

Ini bisa lebih dekat dengan pengalaman cinta, di mana peniadaan diri, penghapusan independensi kau-aku dan kebersatuan direalisasikan, tapi tetap tak bisa diungkapkan kecuali dengan bahasa “seolah-olah”.

Lainnya

Hakikat Menang-Kalah

Hakikat Menang-Kalah

Ciri khas manusia zaman sekarang adalah terlalu sibuk oleh urusan kalah menang, namun tidak belajar memahami hakikat kemenangan dan kekalahan.

“Azwaj”

Azwaj

Kalau Maiyahan, sejak awalnya dulu hingga kini, tidak ada pemisahan tempat dan posisi antara ...

Exit mobile version