CakNun.com

Pemimpin-66

Siapa yang pegang legalitas dan kompetensi untuk menentukan seseorang, terutama para Capres dan Cawapres, adalah putra terbaik dari 250 juta manusia?

Firqatussiyasah yang terdiri dari para Hizbul Wathon

“Nasab ilmunya apa dan dari mana?”

“Kitab Nikuliyah Alfulurinsiyah yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Jawa oleh Mas Kiai Veli”

“Apa Kitab itu ada di toko-toko buku?”

“Bisa diakses di perpustakaan digital Alas Roban yang dikelola oleh Syaikhul Ulum Macan Liwung”

Lainnya

Pemimpin-32

Pemimpin-32

Air menjadi es adalah ide Tuhan. Pohon dan buah juga keputusan Tuhan. Tapi Es Buah adalah bikinan manusia.

Kiblat itu ketentuan Allah, tapi Ibrahim yang bangun Ka’bah. Aurat itu pagar perintah Allah, tapi yang bikin pakaian adalah manusia.

Alam, bumi, gunung, gravitasi, daun, angin, manusia, daging, kelamin, relativitas, pluralitas, tanah air, isi tambang, hutan rimba — itu semua irodah wa syariah Allah.

Demokrasi, Negara, NKRI, Indonesia, PDIP, Gerindra, Pemilu, Pilpres, Sunni, Syi’ah, NU, MUI, Muhammadiyah, Geng Motor, Klub Mancing — itu karangan manusia.

Yang Syariah Allah, kupatuhi tanpa reserve.

Yang reka-reka manusia, asal tidak mengganggu hidupku dan lingkup Cinta Segitigaku: kuhamparkan tasammuh, toleransi, dan kebijaksanaan sebisa-bisa.

Pemimpin-31

Pemimpin-31

Aku menyetujui sejumlah muatan Demokrasi, meskipun banyak tidak setuju penempatan dan ilmu terapannya.

Demokrasi itu hasil pemikiran manusia, makhluk yang sama dengan aku. Manusia itu lemah. Tidak mampu menciptakan dirinya sendiri. Apalagi bikin ruh-nya serta alam semesta. Maka demokrasi pasti juga lebih lemah dari manusia yang membikinnya.

Tidak berani sepenuhnya aku percaya dan bersandar kepada manusia, apalagi kepada sekadar karyanya. Sebagaimana aku tidak sepenuhnya bisa bersandar pada diriku sendiri. Aku ini sehat, tapi tak bisa menjamin akan tidak sakit. Kapan mati, itu juga bukan kedaulatanku.

Kalau sekadar Demokrasi, setiap manusia juga punya peluang, sumber dan aset untuk menyusun bangunan konsep semacam Demokrasi. Sebab akan ada hari di mana ummat manusia bosan, muak dan tak percaya lagi kepada Demokrasi.

Exit mobile version