Mad-Soc, Semacam Sorga
Barangsiapa mau menjadi penduduk Negeri Mad-Soc, atau Mad Society, akan mendapatkan kemerdekaan yang semerdeka-merdekanya.
Barangsiapa mau menjadi penduduk Negeri Mad-Soc, atau Mad Society, akan mendapatkan kemerdekaan yang semerdeka-merdekanya.
Logika dan dialektika vertikal tentang kepemimpinan yang disampaikan oleh Kanjeng Nabi sungguh mengerikan.
Kenapa sekarang ini manusia menjadi sangat pemarah? Kenapa orang makin gampang marah dan makin sukar memaafkan? Kenapa manusia sepertinya sedang membawa dendam kepada sesamanya sampai mati?
Belum ada diskusi publik antara berbagai kalangan, termasuk pada Kaum Muslimin sendiri, misalnya apakah mungkin bikin Warung Tempe Penyet “Islam Sunni”, Kesebelasan “Ahlus Sunnah wal Jamaah”, Geng Motor “Jihad fi Sabilillah”, Bengkel Mobil “25 Rasul”, produksi Air “Nokafir”, atau Jagal Sapi “Izroil”. Tapi memang ada Band Group “Wali”, Bank “Syariah” dan “Muamalat”, Sekolah Dasar Islam, atau Islamic Fashion. Meskipun saya tidak khawatir akan muncul “Coca Cola Rasulullah saw”, Paguyuban “Obama Atina Fiddunya Hasanah”, atau Kelompok Pendatang Haram “Visa Bilillah”; tetapi saya merindukan ada Sekolah “Daun Hijau”, Universitas “Pohon Pisang” atau merk rokok “Hisab Akherat”.