CakNun.com

Jiwa Shodaqoh

Mukaddimah Padhangmbulan, Senin - 2 Februari 2026
Redaksi
Waktu baca ± 1 menit

Kita kerap diajak Mbah Nun menimbang ulang makna shodaqoh. Bukan semata soal memberi, bukan pula soal harta atau jumlah. Jiwa shodaqoh adalah cara berperilaku—cara hadir di tengah kehidupan—yang melahirkan manfaat, maslahat, dan rasa aman bagi sesama. Bahkan, menghindarkan orang lain dari kemudaratan sering kali jauh lebih bernilai daripada sekadar menambah kebaikan baru. Shodaqoh bukan lagi aktivitas tambahan, melainkan bagaimana cara kita hadir: apakah kehadiran kita meringankan atau justru memberatkan hidup orang lain?

Di balik cara berperilaku itu, tersembunyi struktur kesadaran yang tidak sederhana. Jiwa shodaqoh lahir dari kesadaran akan dampak perilaku, bukan hanya soal niat baik; kesadaran terhadap relasi, bukan sekadar moralitas individual; kesadaran empati sangkan paran, bukan sekadar rasa kasihan; kesadaran ego yang tenang, bukan ego yang haus validasi; serta kesadaran tauhid yang membumi, ketika Allah bekerja dan diri kita rela menepi. Tanpa struktur ini, kebaikan bisa berubah menjadi luka, dan niat mulia justru menghadirkan mudharat yang tak disadari.

Pengajian Padhangmbulan kali ini mengajak kita bertanya lebih dalam: bagaimana jiwa shodaqoh dibentuk dalam batin manusia? Apa yang sebenarnya terjadi ketika seseorang mampu menahan diri, memilih diam, atau tidak tampil demi keselamatan orang lain? Apakah mungkin shodaqoh hadir tanpa disadari, tanpa diumumkan, bahkan tanpa disebut sebagai amal saleh?

Dengan pertanyaan-pertanyaan ini kita memasuki ruang Pengajian Padhangmbulan—bukan untuk mencari definisi, tetapi menyingkap kesadaran yang melahirkan shodaqoh sebagai cara hidup.

Lainnya

Reportase Padhangmbulan Agustus 2013

Agustus ini Padhangmbulan diselenggarakan pada hari Rabu tanggal 21. Untuk tidak menyia-nyiakan momentum yang belum lama ini dirayakan oleh umat Muslim, Pak Toto Rahardjo meminta jamaah untuk membagi pengalaman masing-masing agar menjadi bentuk-bentuk pengetahuan baru.

Kenduri Cinta
Kenduri Cinta
Exit mobile version