CakNun.com

Jagat Pasinaon dan Sarjana Kehidupan

Sinau Bareng Cak Nun dan KiaiKanjeng dalam rangka Dies Natalis ke-65 Universitas Diponegoro Semarang, Stadion Undip Tembalang, Kamis 22 Desember 2022
Foto: Adin (Dok Progress).

DONI
Ya itu tadi Mbah yang membuat saya uring-uringan sampai kesel sendiri.

MBAH GEOL
Apalagi hidup ini tidak hanya sekali. Kita ini urip mati urip mati bola-bali. Mumbul mingslep mumbul mingslep dari mati ke hidup, dari hidup ke mati, kemudian hidup kembali.

ISLAMI
Leres Mbah.

كَيۡفَ تَكۡفُرُونَ بِٱللَّهِ وَكُنتُمۡ أَمۡوَٰتٗا فَأَحۡيَٰكُمۡۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمۡ

ثُمَّ يُحۡيِيكُمۡ ثُمَّ إِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ

Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?

LAGU “AKU RAK WIS KONDHO” DST

BUYUT IRODAT
Sebentar. Sebentar. Seingat saya kalian kan juga sering menyanyikan syair-syair yang menuturkan bahwa Kanjeng Nabi Muhammad itu Nabinya semua ummat manusia, bukan hanya pemimpinnya Kaum Muslimin. Bahwa di dalam asuhan Kanjeng Nabi Muhammad, para Kaum Yahudi, kaum Nasrani, Majusi dll, mendapatkan keselamatan. Bukan hanya Kaum Muslimin. Karena dalam konsep Tuhan, semua manusia di bumi ini adalah satu ummat.

ISLAMI
O ya ada itu, Buyut. Judulnya ANNABI SHOLLU ‘ALAIH. Ada kalimat yang berbunyi: ANNASHORO WALMAJUS ASLAMU BAINA YADAIH. Kaum Nasrani, Yahudi, Majusi dan lain-lainnya sesama manusia, mendapatkan pengayoman, kesejahteraan, dan kebijaksanaan di dalam pelukan dua tangan nilai-nilai Islam.

BUYUT IRODAT
Coba kalian lantunkan. Saya mat-ke lagi.

KIAIKANJANG MEMBAWAKANANNABI SHOLLU ‘ALAIH”.

IMAM
Buyut Irodat dan Mbah Geol. Sebenarnya begini ceritanya. Kami ini diajak ikut berpartisipasi dalam acara Universitas Diponegoro Semarang. Rektornya yakni Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum punya hajat agar acara ini bisa membantu proses membangun hidup yang harmonis, toleran, mampu menjaga persatuan di dalam masyarakat yang notabene beragam latar belakangnya, sehingga tercipta suasana yang guyub rukun kondusif.

ISLAMI
Ya Mbah dan Buyut. Undip memiliki perhatian khusus kepada kehidupan keagamaan sehingga beliau mendorong hidupnya kegiatan keagamaan di Kampus Undip seperti pengajian, shalawatan, dan makmurnya Masjid Diponegoro.

MBAH GEOL
Wah Rektor Undip itu moncer tenan. Rektor yang religius ya. Rektor yang Alim dan Soleh ya.

DONI
Alim kalian Soleh niku nopo to Mbah?

MBAH GEOL
Alim kuwi mangerteni urip sakabehane. Yo dununge, yo hulu hilire, yo atlas nilai-nilaine. Alim kuwi weruh. Arif kuwi weruh nganti tekan jero lan ombo, dadine wicaksono. Alim itu menguasai ma’lamah, Arif itu menguasai ma’rifah.

DONI
Lha kalau Soleh, Mbah?

MBAH GEOL
Soleh itu kesadaran untuk selalu memperbaiki keadaan. Keadaan dirinya sendiri maupun lingkungannya, masyarakat dan Negaranya.

Orang Soleh bukan hanya didorong oleh kesadarannya untuk memperbaiki kehidupan, tapi juga punya naluri, roso dan daya juang. Itulah bekal kejiwaan Rektor kita itu.

BUYUT IRODAT
Mbok sekarang kalian tentukan dan latihkan musik-musik yang religius, supaya kalian juga ikuta bermanfaat kepada seluruh warga Undip.

IMAM
Lagu apa Ya? Selawatan? Qudsen? Qasidah? Atau mungkin Dangdut?

DONI
Dangdut kok religius. Religius kok dangdut.

IMAM
Lho why not? Bisa saja. Misalnya lagu BEGADANG. Itu kan dakwah dan anjuran untuk hidup tertib dan sehat.

ISLAMI
Saya usul lagu IKROMUDL-DLUYUF saja.

DONI
Yang gimana itu lagunya?

JIJIT
Aku ngerti. Menghormati tamu tho?

DONI
Maksudnya kalau ada tamu terus kita nyanyi gitu?

JIJIT
Waa lha uteke ndlujur koyo galengan sawah.

ISLAMI
Itu lagu lama. Lagu tradisional. Hampir setiap orang, sampai anak-anak kecil rata-rata hapal lagu itu.

DONI
Yang gimana sih?

JIJIT
Judul Bahasa Jawanya E DAYOHE TAKO

DONI
Lha E dayohe Teko kok lagu religius?

ISLAMI
Coba saja perhatikan syairnya, muatannya, isinya….

JIJIT
Dijembèng kupinge. Rungokke. Disimak dengan kecerdasan….

KIAIKANJENG MEMBAWAKAN E DAYOHE TEKO

ISLAMI
Iyo ora Don?

DONI
Piye to?

JIJIT
Wa rodo bundhel uteke adiku iki.

IMAM
Maksudnya jangan sampai salah memperlakukan tamu, nanti bisa jadi masalah.

IMPROVISASI

IMAM
Coba perhatikan. E dayoke teko, e beberno kloso, bener ora?

ISLAMI
Sudah bener itu. Ikromudl-dluyuf. Kalau ada tamu ya kita persilakan duduk di kursi. Kalau adanya cuma tikar ya ndak apa-apa duduk di atas tikar.

DONI
Lha ning Klasane bedhah, e tambalen jadah

IMAM
Mulai ngawur. Kloso bedah tikar sobek kok ditambal jadah. Kan nanti tamunya nglungguhi jadah.

DONI
Menghina tamu itu Namanya

JIJIT
Gene kowe yo ora patio bodho….

IMAM
Apalagi Ee jadahe mambu

DONI
Celana atau sarungnya tamu kan ketempelan jadah, mambu lagi….
Tamu kita jadi tersunggung dan marah.

ISLAMI
Kita menjadi bermusuhan dengan tamu yang seharusnya kita hormati.

JIJIT
Saudara jadi musuh, kawan jadi lawan

IMAM
E jadahe mambu…. E pakakno asu….

DONI
Malah membully Asu. Mana ada asu mau makan jadah mambu

Lainnya

Perahu Retak (4/17)

Perahu Retak (4/17)

Kalau diawasi, katanya tidak mau menerima kebenaran. Rupanya pemilik kebenaran di muka bumi ini adalah kakek mereka!

“HONOCOROKO”

“HONOCOROKO”

Mana yang paling hebat atau unggul? Apakah buahnya lebih hebat dari daunnya? Apakah bunganya lebih unggul dari dahan dan rantingnya?

Exit mobile version