CakNun.com

Kita Tidak Ikut-ikutan Dholim

Hari ini, Senin, 16 Mei 2022, SMK Global Mentoro menyelenggarakan Akhirussanah 2021/2022 dengan tajuk utama “Terus Berjalan: Generasi Milenial yang Kompeten dan Siap Bersaing di Era Digital.” Acara ungkapan rasa syukur atas selesainya kegiatan belajar siswa kelas XII ini digelar di area pengajian Padhangmbulan Mentoro.

Foto: Hariyadi.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Yayasan Al Muhammady, Bapak Adil Amrullah, keluarga Ndalem Mentoro, Komite Sekolah, dan Kepala SMK Global, Ibu Alfiati, SH. Ketua Yayasan Al Muhammady, Bapak Adil Amrullah, menyampaikan dalam sambutannya ucapan selamat atas tiga hal. Pertama, selamat kepada siswa kelas XII yang telah menyelesaikan masa belajar di SMK Global. Kedua, selamat kepada para guru yang tahan banting mendampingi para siswa di tengah masa pandemi beberapa waktu lalu. Ketiga, kepada orangtua yang mendukung putra putri mereka hingga berhasil menyelesaikan kegiatan belajar sesuai batas waktu yang ditentukan.

Pada kesempatan itu Cak Dil juga memperkenalkan pengurus Yayasan Al-Muhammady beserta tugas yang diembannya. Di atas panggung tampak kehadiran Cak Farid, Lek Ham, Cak Yus, Cak Nang, Cak Nas, Mbah Mif.

Dok. SMK Global.

Ketua Bidang Pendidikan SMK Global, Bapak Anang Anshorullah, menegaskan bahwa sejak masa berdiri SMK Global memiliki sejarah yang panjang. Pendidikan SMK Global diselenggarakan bukan tanpa target pencapaian. Standar nasional menjadi salah satu target yang perlu dijaga dan diperjuangkan terus-menerus.

Cak Nang, panggilan akrab Bapak Anang Anshorulloh, juga menjelaskan dinamika kepemimpinan Kepala SMK Global. Salah satunya adalah kebijakan Yayasan Al Muhammady tentang Kepala SMK Global tidak berasal dari keluarga. Ini kebijakan yang menurut Cak Nang tidak lazim karena sering kali yayasan memasang anggota atau keluarganya sebagai pimpinan di lembaga yang dinaunginya.

Dok. SMK Global.

Diperlukan konsistensi dan perjuangan panjang untuk tetap menjaga DNA pendidikan SMK Global. DNA pendidikan tidak boleh berubah. Yang boleh bahkan harus berubah menuju ke standar kualitas yang lebih baik adalah kualitas dan kreativitas.

Usai penampilan Lemut Samudro, Mbah Nun menyampaikan pesan kepada anak cucu, para siswa kelas XII SMK Global. Dibuka dengan shalawat Asyghil Mbah Nun meminta Bapak Irwan untuk menjelaskan arti shalawat tersebut. Shalwat Asyghil digunakan pintu masuk untuk menyampaikan pesan kepada para siswa. “Yang mencuri, yang berbuat tidak adil, biarlah sibuk bersama sesama pencuri. Anda bekerja yang sungguh-sungguh. Kita tidak ikut-ikutan dholim, rusak, dan mencuri,” pesan Mbah Nun. (ASS/caknun.com)

Lainnya

Exit mobile version