CakNun.com

Khozam dan Hajjam

Wahai hamba-Ku
Kalau engkau menyangka Aku khawatir kalian tidak menyembah-Ku
Maka jangan sembah Aku
Sebagian atau semua
Sedikit atau seluruhnya
Apa dan siapa saja makhluk ciptaan-Ku
Jangan ada yang menyembah-Ku

Wahai asfala safilin
Wahai yang mencintai-Ku tanpa iman
Wahai yang beriman tanpa pengetahuan
Wahai yang berpengetahuan tanpa ilmu
Wahai yang berilmu tanpa nalar
Pergilah dari wilayah-Ku
Menyingkirlah dari alam semesta-Ku
Sambil dirundung kesedihan
Karena merasa mendengar ratapan dan keluhan-Ku

Wahai yang kusediakan derajat tinggi
Namun sibuk terjun ke lembah kerendahan
Sehingga menyangka Aku menderita kalau manusia tidak menyembah-Ku
Wahai kalian yang dungu sedungu-dungunya
Yang menyangka Aku butuh shalatmu, sujud dan pembelaanmu
Yang berjuang menjadi pahlawan dengan cara melindungi-Ku
Coba sekali saja bangunlah sendiri dari tidurmu

Wahai kalian yang menangis mendayu-dayu
Karena ngeri akan tak ada makhluk yang menyembah-Ku
Ketika Aku berkata: “Wahai hamba-Ku, Aku lapar, engkau tak memberiku makan. Aku kesepian, kau tak menjenguk-Ku”
Apakah kau sangka Aku benar-benar lapar dan sepi?

Wahai para Khozam dan Hajjam
Siapa Gurumu, siapa Ustadzmu, siapa Ulamamu, siapa Mursyidmu
Yang menutupi anugerah utama-Ku kepadamu dan seluruh manusia
Yang meremehkan akal dan merendahkan nalar dan pikiran
Yang mendidikmu menjadi se-ahmaq itu
Katakan kepada-Ku: apakah sekarang
Aku perlu menyatakan terimakasih kepadamu
Atas jasamu menyembah-Ku?

Yogya 25.02.2019

Lainnya

Ijazah Maiyah Kepada Tiga Pujangga

Ijazah Maiyah
Kepada Tiga Pujangga

Masyarakat Maiyah akan mempersembakan Ijazah Maiyah kepada tiga Pujangga Nusantara, Guru Besar Universitas Semesta Maiyah, melalui forum ‘Kenduri Cinta’ pada 12 Juli 2019.

DJD

DJD
Tidak Lantas Bunuh Diri

Tidak Lantas Bunuh Diri

Sebelum itu, kita lempar juga “10 Revolusi Jokowi”, kemudian “Revolusi Nyepi” dan “Menyongsong Revolusi Satu Indonesia” juga sejumlah momentum lain sebelum-sebelumnya kalau Jamaah Maiyah sregep niteni. Semua, sekali lagi, juga tidak dengan sikap optimis, tak juga pesimis, juga tidak mengharapkan apapun kepada Indonesia.

Exit mobile version