Dibenahkan Pak Emha untuk Berpanggung di Hati Manusia
“Panggung yang sesungguhnya adalah di hati manusia,” Mbah Nun menyatakan itu ketika memberi pengarahan kepada para pemain Sengkuni2019.
“Panggung yang sesungguhnya adalah di hati manusia,” Mbah Nun menyatakan itu ketika memberi pengarahan kepada para pemain Sengkuni2019.
Tidak hanya berlaku sebagai penulis naskah yang lantas lepas tangan, Mbah Nun sering pula di sela kesibukan mengikuti secara langsung jalannya proses latihan Sengkuni2019.
Tahun 2019 telah tiba. Sengkuni juga akan datang. Tak berapa lama lagi.
Babak baru dalam proses latihan Sengkuni2019 telah bermula pada malam tanggal 27 Desember 2018 M.
Raden Haryo Sjuman Sengkuni, Pangeran Kerajaan Gandhara:
“Semua buku sejarah akan mencatat Sengkuni ...
“Latihan sudah jalan tiga minggu, beliau tiba-tiba datang dan ingin ikut latihan.
Seorang pria berusia enam puluh sembilan tahun, Pak Hadri Danuresno namanya, tampak sibuk menanyakan kondisi satu peserta yang tidak tampak karena sakit.
Perdikan teater atau teater perdikan?
Perdikan, tapi bagaianapun kata Perdikan akan selalu megingatkan kita pada status tanah khusus sejak zaman dahulu di pulau Jawa dan mungkin di keseluruhan Nusantara.
Dunia saat ini sedang mengalami kembali pembalikan nilai baku. Di setiap masa sejak dulu ketika dunia sedang pada titik puncak kejenuhan peradaban, maka selalu terjadi pembalikan nilai itu.
Seiring berlangsungnya ragam aktivitas di lingkaran Kadipiro, waktu berjalan menuju hari H rencana pementasan #Sengkuni2019, meski masih dua bulanan dan sepanjang rentang waktu itu, kita akan ikut belajar kepada proses persiapan keluarga besar Teater Perdikan ini.
Dalam setiap epos yang dilahirkan oleh kebudayaan-kebudayaan dunia, hal paling sederhana adalah terdapatnya tokoh protagonis dan antagonis, hero dan villain kalau dalam dunia komik.