Cahaya Maha Cahaya

Cahaya Maha Cahaya
Lempari Aku

Lempari Aku

lempari aku dengan batu api
agar meleleh tubuh deritaku ini

lempari aku dengan gumpalan cahaya supaya tahu aku tiada

Serasa Allah

Serasa Allah

terima sajalah, junjunganku
hamba yang bodoh dan dungu
sebab jika pintu tak kau buka
hendak cari tuhan ke mana

Ajari Aku Tidur

Ajari Aku Tidur

tuhan sayang ajari aku tidur
seperti dulu menemuimu di rahim ibu sesudah lahir menjadi anak kehidupan sesudah didera tatakrama, pendidikan, politik

Kau Pandang Aku

Kau Pandang Aku

kau pandang aku batu
kau gempur dengan peluru
padahal aku angin

Dengan Seribu Kali Mati

Dengan Seribu Kali Mati

dengan seribu kali mati
akan terus kukejar namamu yang sejati

kau bilang kau tuhan kau allah
tapi aku tak sekhilaf anak-anak sekolah

Satu Kekasihku

Satu Kekasihku

mati hidup satu kekasihku
takkan kubikin ia cemburu
kurahasiakan dari anak istri
kulindungi dari politik dan kiai

Tentang Aku Ini Tiada

Tentang Aku Ini Tiada

Ketika kutanyakan apa maksudnya, ia menjawab — Apa yang aneh? Mustahil aku ada, sebab jika demikian maka kemutlakan Allah menjadi terkurangi.

Membelah Diri

Membelah Diri

sayang, kenapa harus membelah diri
kalau sampai begini sakit
untuk menyatu kembali

Kecuali Cinta Itu Sendiri

Kecuali Cinta Itu Sendiri

Apakah yang paling banyak harus kupersembahkan kepada orang lain, dan apakah yang paling sedikit boleh kuminta darinya?

Bait-Bait Cinta-Nya

Bait-Bait Cinta-Nya

Allah mengumandangkan bait-bait cintaNya yang pedih kepada hamba-hambaNya yang berilmu yang menempati singgasana dan memimpin dunia

Doa Syukur Sawah Ladang

Doa Syukur Sawah Ladang

atas padi yang engkau tumbuhkan dari sawah ladang bumimu, kupanjatkan syukur dan kunyanyikan lagu gembira sebagaimana padi itu sendiri berterima kasih kepadamu dan bersukaria

Menderas

Menderas

Menderas di darah
Aku yang lain, yang allah
Menderas, mengalir kepadaku
Seperti aliran sungaiku ke lautnya

Exit mobile version