Tiga Kendaraan Cinta

Cahaya Maha Cahaya: Kumpulan Sajak, 1991
Emha Ainun Nadjib
Emha Ainun Nadjib
Waktu baca ± 1 menit
Bagikan
  • Bagikan ke Facebook
  • Bagikan ke X
  • Kirim WhatsApp

Pengembara yang telah mengarungi berpuluh-puluh abad rahasia kehidupan, berkisah kepadaku bahwa bagi perjalanan manusia disediakan tiga kendaraan cinta.

Ialah kepedihan hidup. Jiwa yang disakiti, keterpenjaraan, luka yang berurai-urai airmata.

Kemudian kejayaan. Rasa riang gembira yang berbinar-binar, ketermanjaan, pesta dan tertawa yang penuh hiasan.

Atau sunyi. Sunyi yang teramat diam. Yang memelihara jarak di antara dua lainnya.

Pengembara itu berkata — naikilah salah satunya, engkau akan tiba di puncak mabuk cinta, di ufuk jauh segala jenis pengetahuan, atau di kesejatian rasa bahagia. Ketiga itu sama.

Ketika ia bertanya — Engkau pilih yang mana? — kujawab — Tentu saja yang kedua!

Pengembara itu tertawa terkekah-kekeh sambil berkata — Betapa tololnya!

Dan sebelum kubuka mulut untuk mempertanyakan pernyataannya, ia telah meneruskan kalimatnya — Tapi juga jangan pilih yang pertama! Para malaikat tak begitu kerasan menemani orang-orang angkuh!

1988.

Emha Ainun Nadjib
Emha Ainun Nadjib
Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) mengajak kita membuka yang sebelumnya belum pernah dibuka. Memandang, merumuskan dan mengelola dengan prinsip dan formula yang sebelumnya belum pernah ditemukan dan dipergunakan.

Lainnya

Cahaya Maha Cahaya

Emha Ainun Nadjib

Populer

Mocopat Syafaat
helmi mustofa
Daur
Emha Ainun Nadjib
Daur
Emha Ainun Nadjib
Kebon
Emha Ainun Nadjib
Kebon
Emha Ainun Nadjib
Khasanah
Bang Hadi