Percakapan

Cahaya Maha Cahaya: Kumpulan Sajak, 1991
Emha Ainun Nadjib
Emha Ainun Nadjib
Waktu baca ± 1 menit
Bagikan
  • Bagikan ke Facebook
  • Bagikan ke X
  • Kirim WhatsApp

Kau sedang apa sih jiwaku?
Terbaring kaku, bagai seorang tua renta
          yang enggan waktu
Sedang apa, katakanlah
Mulut menggeremang dalam kalimat tak menentu
Mengutuki kasih, yang tak habis ditunggu

Apa sih sebenarnya maumu jiwaku?
Tak jenah di tubuh, begitu sering pergi
          tanpa pamit
Mendadak datang dengan wajah berang, lantas
          pergi lagi, dan pergi lagi
Cobalah tahankan sakit, betapapun ia adalah
          sahabat yang baik
Selalulah kembali, dengan sabar mengungguni
          kayu api kepercayaan, meskipun kutahu
          kau inginkan pergi yang tak kembali

Jiwaku, jiwaku, ayo dong bilang
Nangis melihat mereka? Tertawa sebab
          mendendami siksa?
Sejak semula kau tahu kita ini sekedar
          main-main dan bercanda
Ayolah, baik berterus terang saja
Setelah mendadak harus ada, setelah gagal
          membedakannya dengan tiada, setelah
          tak bisa tua dan binasa
Yakini saja seyakin-yakinnya, bahwa tinggal
          sekejapan mata ke hari tiba
Berakhir segala tipu menipu, di ubunmu
          beterbangan malaikat menyerupai kupu-kupu

1984.

Emha Ainun Nadjib
Emha Ainun Nadjib
Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) mengajak kita membuka yang sebelumnya belum pernah dibuka. Memandang, merumuskan dan mengelola dengan prinsip dan formula yang sebelumnya belum pernah ditemukan dan dipergunakan.

Lainnya

Cahaya Maha Cahaya

73

73

47

47

Emha Ainun Nadjib

Populer

Mocopat Syafaat
helmi mustofa
Maiyahan
Gugur Gunung
Kebon
Emha Ainun Nadjib
Kebon
Emha Ainun Nadjib
Esai
Emha Ainun Nadjib