Vokal vs Kritis

Toto Rahardjo
Toto Rahardjo
Waktu baca ± 1 menit
Bagikan
  • Bagikan ke Facebook
  • Bagikan ke X
  • Kirim WhatsApp

Vokal atau huruf hidup (dalam fonetik) adalah suara di dalam bahasa lisan yang dicirikhaskan dengan pita suara yang terbuka sehingga tidak ada tekanan udara yang terkumpul di atas glotis. Vokal kontras dengan konsonan yang dicirikhaskan dengan penutupan satu atau lebih titik artikulasi di sepanjang rongga suara. Dalam pengertian yang lebih mudah, vokal yakni yang bersuara—maka di grup musik lazim disebut vokalis. Kalau di khasanah politik yakni orang yang lantang bersuara.

Kritis adalah cara berpikir, seni menganalisis gagasan berdasarkan penalaran logis. Berpikir kritis bukanlah berpikir lebih keras, melainkan berpikir secara struktural dan lebih komprehensif. Holistik. Seseorang yang mengasah kemampuan berpikir kritisnya biasanya memiliki tingkat keingintahuan intelektual (intellectual curiosity) yang tinggi—ciri-cirinya bila meneliti masalah tidak terpaku pada orangnya, tetapi pada aturan mainnya, sistemnya.

Berpikir Kritis sangat erat dengan proses pemahaman masalah melalui rekonstruksi, kaji urai (analisa) dan refleksi. Pada dasarnya berpikir kritis terkait dengan tujuan untuk membuat keputusan Secara struktural dan rasional.

Maka vokal belum tentu kritis, kritis tidak serta merta vokal.

Toto Rahardjo
Toto Rahardjo
Pendiri Komunitas KiaiKanjeng, Pendiri Akademi Kebudayaan Yogyakarta. Bersama Ibu Wahya, istrinya, mendirikan dan sekaligus mengelola Laboratorium Pendidikan Dasar “Sanggar Anak Alam” di Nitiprayan, Yogyakarta

Lainnya

Tetes

Terbaru

Populer

Kenduri Cinta
Kenduri Cinta
Khasanah
Mustofa W.H.
Tadabbur Hari ini
Emha Ainun Nadjib
Esai
Emha Ainun Nadjib
Lubuk
Emha Ainun Nadjib
Daur
Emha Ainun Nadjib