Maiyah Pendidikan Anak di Uijeongbu Korea

Sesuai list agenda yang telah disusun panitia, setibanya di Korea rombongan Mbah Nun, Bu Via, Dik Haya, dan Letto segera bergerak menuju Uijeongbu. Siang tadi telah diagendakan teman-teman TKI putri Korea ini bersilaturahmi dengan Ibu Novia Kolopaking dan Dik Haya. Dari tempat masing-masing yang rerata berjarak dua-tiga jam perjalanan, mereka berkumpul di Musholla Al-Ikhlas Uijeongbu. Tentu saja rasa kangen akan sesuatu yang lama tak mereka peroleh melatarbelakangi pertemuan ini.

Silaturahmi bersama Ibu Via dan Dik Haya. Foto: Patub.
Silaturahmi bersama Ibu Via dan Dik Haya. Foto: Patub.

Dari Musholla berukuran 10×10 meter itu, Kak Patub Letto melaporkan buat kita semua. Acara dengan tema “Meraih Barakah dengan Hijrah” sengaja digelar siang hari agar teman-teman putri ini masih punya cukup waktu buat kembali ke tempat masing-masing sebelum malam tiba. Suasana silaturahmi cukup akrab, hangat, dekat, dan makin dekat karena mereka mengambil formasi melingkar.

Silaturahmi ini berjalan sangat hidup karena mereka pada banyak mengemukakan pertanyaan nyata seputar mendidik anak. Suatu kebutuhan yang sesungguhnya dirasakan siapapun orangtua, khususnya para Ibu. Bu Via yang juga sangat concern dalam soal pendidikan anak ini merespons dengan menyampaikan prinsip-prinsip yang perlu dipegang dalam mendidik dan mengasuh anak. Nuansanya pun komparasi antara lingkungan Indonesia dan Korea. Di situ, Bu Via juga bercerita pengalaman mendidik anak di Indonesia.

Ibu Via dan Dik Haya bersama teman-teman TKI putri di Mushalla Al-Ikhlas Uijeongbu. Foto: Patub.
Ibu Via dan Dik Haya bersama teman-teman TKI putri di Mushalla Al-Ikhlas Uijeongbu. Foto: Patub.

Tantangan yang dihadapi di Indonesia sebenarnya sangat memprihatinkan. Ada yang bermula dari problem-problem sistem pendidikan nasional yang hingga kini belum teratasi, ditambah lagi tebaran racun-racun yang bersumber dari media dan media sosial, gadget, maupun lingkungan sehari-hari. Pendek kata, banyak hal yang perlu disikapi dengan tepat dan bijak. Untuk membekali itu semua, Bu Via mengingatkan bahwa mendidik anak bukanlah proses seperti meng-install sekali jadi, namun membiasakan atmosfer akhlak yang baik untuk anak-anak.

Disampaikan pula, bahwa kepada anak sebaiknya metodenya adalah banyak bertanya atau menggali anak ketimbang memberitahu mereka, sehingga orangtua dapat mengukur seberapa jauh pemahaman anak terhadap sesuatu. Melengkapi kegembiraan silaturahmi ini, meski dalam waktu yang terbatas, Bu Via dan Dik Haya memberi hadiah lagu buat teman-teman jamaah putri di Korea ini. (ptb/hm)

Sesuai list agenda yang telah disusun panitia, setibanya di Korea rombongan Mbah Nun, Bu Via, Dik Haya, dan Letto segera bergerak menuju Uijeongbu. Siang…