Tiba di Perth dan Curhatan di Perkebunan Gingin

Catatan Perjalanan Sinau Bareng Mbah Nun dan Ibu Novia Kolopaking di Australia, 16-22 November 2018, bag. 1

Alhamdulillah setelah kami melepas rindu bertemu dan menjemput Mbah Nun di Perth International Airport, kami langsung melanjutkan perjalanan ke daerah Gingin, suatu pelosok di ujung utara Perth sekitar 80 km atau 1 jam perjalanan lebih. Di kawasan perkebunan inilah bertempat salah satu pemasok sayur-sayuran di Western Australia (WA) yang hampir seluruh pekerjanya adalah orang Indonesia.

Mereka selama ini hanya lihat Mbah Nun di YouTube, mereka nggak nyangka bertemu Mbah Nun secara langsung. Seperti bertemu orangtua atau guru yang sudah lama tidak jumpa, mereka cium tangan dan memeluk Mbah Nun. Haru dan bahagia saya melihat perjumpaan langka mereka dengan Mbah Nun. Tidak lama setelah perjumpaan awal ini mereka sudah mulai langsung curhat dan banyak pertanyaan dari mereka.

Mbah Nun sempat bertanya, kalian kalau jumatan di mana. Malu-malu mereka menjawab, kami nggak Jumatan selama ini, karena sangat jauh dari masjid dan komunitas muslim. Mbah Nun langsung menyarankan agar mereka melaksanakan Jumatan di antara mereka. Khotibnya tidak harus pintar dan alim. Imamnya pun juga dari mereka sendiri.

Mbah Nun sendiri melihat kumpulan ini yang hadir malam ini sebagai al-mutahabbina fillah. Rasa bersaudara benar-benar terasa. Teman-teman Indonesia yang bekerja di kawasan ini kurang lebih tiga puluhan orang, sebagian berasal dari Banyuwangi, ada pula yang dari Palembang. Dalam perbincangan dengan Mbah Nun itu bertempat di salah satu rumah kontrakan teman-teman ini, terlihat juga yang bekerja di Farm ini sedang konsultasi alias curhat kepada Mbah Nun.