Lambaian Tangan Itu dan Kerinduan Kami di Australia

Catatan Menyambut Kehadiran Mbah Nun dan Ibu Novia Kolopaking di Australia 16-22 November 2018

Sinau Bareng "Memperkuat Wawasan Kebangsaan" di Riverton Leisureplex
Sinau Bareng “Memperkuat Wawasan Kebangsaan” di Riverton Leisureplex, 2017

Bismillah. Sambil menunggu catatan teman-teman lain saya coba flash back ke tahun lalu sebelum Mbah Nun datang ke Perth pada 2017. Saya ingat betul beberapa bulan sebelum keputusan final bahwa Mbah Nun menyanggupi utk hadir, beberapa sesepuh atau tokoh Perth yang mengundang Mbah Nun masih memutuskan tokoh siapa yg sebaiknya diundang ke Perth. Mbah Nun salah satu kandidatnya. Mendengar itu saya langsung mengusulkan masukan yaitu Cak Nun saja.

Itu awal 2017. tapi jauh sebelum tahun itu saya kok ndilalah-nya mendengarkan Maiyah dan Sinau Bareng Mbah Nun lewat YouTube secara intens kurang lebih selama 3 tahunan. Padahal selama tahun 2005-2007 saya kuliah di Jogja saya nggak ada kepikiran atau ilham untuk hadir di Maiyahan atau Sinau Bareng. Cuma saya masih ingat jelas pada waktu itu tahun 2007 menjelang saya kembali ke Perth ketika saya dan dua orang teman akan menuju ke Jogja dari Magelang dengan menaiki motor, saya berpapasan dengan mobil minibus yg ditumpangi Mbah Nun yang baru kembali dari Magelang di jalan Magelang-Jogja.

Kawan saya yang memberi tahu bahwa itu Mbah Nun, kemudian kawan saya itu dadah-dadah melambaikan tangan. Beberapa saat kemudian Mbah Nun menyambut kami dengan melambaikan tangan Beliau keluar dari jendela minibus tersebut. Saya nggak menyangka sepuluh tahun kemudian saya bisa berjumpa dengan Beliau di Perth plus menyopiri atau menemani Beliau selama di Perth.

Kembali ke 2017. Saya juga heran sebelum ada woro-woro atau bahkan ide buat mengundang Mbah Nun sejak beberapa tahun sebelumnya saya seperti ada keinginan untuk selalu melihat Mbah Nun di Youtube. Dan alhamdulillah akhirnya keputusannya para tokoh tersebuy sepakat untuk mengundang Mbah Nun. Meminjam istilah Mbah Nun, saya yakin ini adalah keterbimbingan spiritual. Memang sengaja Allah memberi ilham kepada kami untuk mengundang Mbah Nun.

Menyimak perjuangan shalawatan Mbah Nun sejak 20 tahun silam.
Menyimak perjuangan shalawatan Mbah Nun sejak 20 tahun silam. (2017)

Saya juga yakin memang sudah saatnya warga atau masyarakat Indonesia di Perth khususnya bisa menerima wejangan dan ilmu dari Mbah Nun. Ada sahabat saya yang kira-kira seminggu sebelum Mbah Nun datang sempat di-PHK namun ajaibnya setelah Mbah Nun kembali ke Indonesia sahabat saya itu langsung dapat pekerjaan. Sahabat saya ini kerjanya di site pertambangan sehingga ketika waktu itu masih bekerja sudah pasti selama dua minggu itu tidak akan jumpa dengan Mbah Nun. Kok seakan akan Allah sengaja mengatur secara khusus agar sahabat saya itu bisa jumpa Mbah Nun. Kami menyebutnya itu peristiwa karomah. Saya pun yakin selain saya, sahabat saya itu, para tokoh yang mengundang Mbah Nun juga mendapat keterbimbingan spritual.

Ihwal masyarakat Indonesia di Australia, hemat saya, walaupun sudah puluhan tahun berada di sini, keindonesiaan mereka tetap tidak luntur. Apa yang terjadi di Indonesia tetap kita rasakan di sini termasuk panasnya gonjang-ganjing politik beberapa tahun terakhir. Boleh dikata juga hubungan baik dan kerukunan di antara kami sedikit agak terasa ada “merenggangnya” karena perseteruan-perseteruan yang terjadi di Indonesia.

Namun, saya yakin atas kasih sayang-Nya, Allah bersedia mengirimkan seorang hamba kepada kami agar mendinginkan suasana sehingga menjadi guyub lagi dan akur. Alhamdulillah paradigma saya pribadi dalam berpikir dan bertindak berubah semenjak mengikuti Maiyah dan khususnya setelah berjumpa dengan Beliau secara langsung. Saya sendiri sudah menyiapkan 1001 pertanyaan yang akan saya tanyakan kepada Beliau (hehehe) heheh tapi ternyata saya nggak sendiri, ada teman-teman saya yang juga sudah menyiapkan beberapa pertanyaan terkait kehidupan pribadi dan lainnya yanh nanti akan diajukan kepada Mbah Nun.

InsyaAllah pesawat Mbah Nun tiba sekitar pukul 16:00 waktu Perth sore ini. Sedangkan Ibu Novia Kolopaking sudah tiba di Australia sehari lebih awal. Kami semua saat ini sedang siap-siap menyambut kedatangan Mbah Nun. Jujur saja kami sempat khawatir Mbah Nun tidak bisa hadir tahun ini. Mengapa begitu? Karena saya ingat persis, banyak hati yang tersentuh dan mendapat pencerahan atau hidayah setelah berjumpa dan berdialog dengan beliau tahun lalu. Kami berharap akan banyak lagi hati-hati yang mendapat pencerahan. Yang demikian itu bikin rindu, Saudara-saudara.

Buku Cak Nun