Di Aussie Ketemu Arema dan Bonek

Sembari menunggu catatan-catatan menarik dari rekan-rekan di Perth mengenai acara Sinau Bareng sore kemarin di Masjid Al Majid Padbury dengan tema “Mempererat Ukhuwah Islamiyah”, kita bergerak ke hari ini, hari Minggu 24 September 2017.

Hujan di Kota Perth.
Hujan di Kota Perth.

Sebenarnya juga saat laporan singkat ini ditulis, Mbah Nun dan Bu Via baru saja menuntaskan Sinau Bareng di Riverton Leisureplex yang dihadiri cukup banyak teman-teman Indonesia di Australia Barat. Sinau Bareng dengan tajuk “Memperkuat Wawasan Kebangsaan”. Catatan acara ini pun akan datang menyusul.

Sekadar catatan kaki, biarpun ada usungan dua tema resmi seperti di atas pada perjalanan di Australia ini, tetapi dalam pandangan Mbah Nun sesungguhnya dimensi utama acara Sinau Bareng ini adalah kerinduan kultural mereka akan Tanah Air Indonesia yang dalam rentang waktu masing-masing telah mereka tinggalkan.

Berjumpa pedagang souvenir asal Indonesia.
Berjumpa pedagang souvenir asal Indonesia.

Nah kembali ke sini, laporan singkat ini dimaksudkan untuk ikut mangayubagya rasa gembira panitia yang selayaknya tuan rumah ingin menjamu dengan sebaik-baiknya tamu istimewanya yaitu Mbah Nun dan Bu Via. Kebetulan acara utama hari ini di Riverton berlangsung siang hingga sore.

Dan jangan lupa ini hari Minggu. Kalau kalian mungkin di hari Minggu ini sudah terjadwal ada yang kerja bakti, posyandu, arisan, kondangan atau jagong manten, maka mohon maaf, kali ini Mbah Nun dan Bu Via tak bisa menemani kalian karena harus menggembirakan juga hati teman-teman panitia yang telah menjadwal beliau berdua untuk jalan-jalan. Ya wajar juga tho tuan rumah seperti itu. Kemana saja?

Indahnya batu-batu ciptaan Allah.
Indahnya batu-batu ciptaan Allah.

Pagi selepas sarapan, Pasar Loak menjadi tujuan pertama. Agendanya jalan-jalan. Secukupnya saja. Habis itu, destinasi selanjutnya adalah E Shed Market Fremantle. Pasar juga tapi bukan pasar loak. Agak naik level pasarnya hehe. Di pasar Fremantle ini, Mbah Nun dan Bu Via ketemu warga Indonesia yang buka toko souvenir di sana. Senang hati mereka bisa bersua dengan dua sosok yang telah lama mereka kenal tapi belum pernah bertemu sebelumnya.

Di sini Beliau merasakan suasana pasar serta melihat-lihat aneka macam souvenir dan barang-barang apa saja yang dijual. Kita juga mendapat info, hari ini kondisi di Perth hujan, dan ternyata tak jauh beda dengan Jogja yang, tak seperti hari-hari sebelumnya, ndilalah mendung sedari pagi dan sempat gerimis di siang hari.

Berjumpa Bonek dan Arema di Perth.
Berjumpa Bonek dan Arema di Perth.

Oh ya, sejauh-jauh Mbah Nun pergi kok ya tetap ketemu dengan Arema dan Bonek ya. Padahal di tanah air juga sudah sejak lama Mbah Nun ngancani Aremania maupun Bonek. Tapi kali ini di Perth, ketemunya bukan rombongan pasukan Aremania atau Bonek, atau para pengurus kedua tim sepakbola Jatim yang legendaris, bergengsi, dan kerap bertensi tinggi itu. Tapi oleh Mbah Nun selalu dihembuskan dorongan untuk menjadi suporter sepakbola yang dewasa dan cerdas. Di Perth ini, ketemunya adalah mobil berplat nomor dengan tulisan Arema dan Bonek. Kedua mobil itu bersanding rukun dan harmonis. Lihat fotonya ya. (HM)

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image