Kenduri Cinta Menyambut Waliraja-Rajawali

Mestakung. Semesta mendukung. Kata itu yang tiba-tiba tersirat saat bulan lalu kami penggiat Kenduri Cinta dihubungi oleh pihak TGUPP DKI Jakarta untuk diminta kembali menyelenggarakan forum Majelis Masyarakat Maiyah Kenduri Cinta di Taman Ismail Marzuki.

Maret 2020 adalah edisi terakhir Kenduri Cinta di Plaza Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta. Setelahnya, kita memasuki jeda pandemi Covid-19 yang sampai saat ini pun belum sepenuhnya reda. Forum boleh berhenti, tetapi secara komunitas, Kenduri Cinta tidak boleh berhenti begitu saja. Reboan on The Sky kemudian digagas dalam kurun waktu sekitar 2 bulan saat bulan-bulan awal pandemi bermula.

Lalu, secara nomaden, forum Kenduri Cinta dicoba untuk digelar kembali, secara terbatas tentu saja, dan juga kondisional secara waktu. Di tahun 2021, Kenduri Cinta pernah dilaksanakan pada siang hari. Kemudian, di tahun 2022 ini, kembali dicoba untuk diselenggarakan secara terbuka dengan lokasi yang lebih luas, meskipun juga belum bisa kembali ke Taman Ismail Marzuki. Mulai dari Lapangan Pusdiklat KEMENAKER RI, lalu di Kandank Jurank Doank, dan di Halaman Fisip UMJ.

Bulan lalu adalah edisi perdana kembalinya Kenduri Cinta ke Taman Ismail Marzuki. Forum Majelis Masyarakat Maiyah di Jakarta ini secara branding nyatanya sangat kuat. Hadir di Jakarta, di tengah keras dan kenyalnya Ibukota, Kenduri Cinta mampu bertahan dan eksis dengan kemandiriannya selama 22 tahun. Apa yang dilakukan oleh TGUPP DKI Jakarta menjadi bukti betapa forum ini menjadi forum yang menjadi salah satu ikon Taman Ismail Marzuki itu sendiri. Sejak tahun 2000, Kenduri Cinta bermula di Pusat Kesenian Jakarta ini, turut merasakan dinamika Taman Ismail Marzuki itu sendiri, nyatanya forum ini memberi warna tersendiri di salah satu pusat Jakarta, menjadi satu meeting point yang selalu dirindukan kehadirannya.

Prosesnya pun sangat cepat. Sedianya, Kenduri Cinta bulan lalu digelar pada 15 Juli 2022 di Kampus UMJ, namun akhirnya dibatalkan. Tepat di pagi hari tanggal 15 Juli 2022 itu, kami dihubungi oleh Mba Adela Jansen dari TGUPP DKI Jakarta menanyakan apakah Kenduri Cinta memungkinkan untuk kembali diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki. Beberapa hari setelahnya (19/7), bersama beberapa Penggiat Kenduri Cinta; Gandhie, Tri dan Yudi, kami bertemu dengan Mba Adela Jansen di kantor TGUPP DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta. Di hari itu pula, kami langsung berkoordinasi dengan Pak Verony Sembiring selaku Kepala UP PKJ Taman Ismail Marzuki untuk melakukan proses administrasi seperti biasanya. Dan keesokan harinya (20/7), bersama tim UP PKJ Taman Ismail Marzuki dan juga perwakilan dari PT Jakarta Propertindo (Jakpro), kami bertemu untuk Technical Meeting. Koordinasi yang sangat singkat saat itu, namun alhamdulillah Kenduri Cinta bulan lalu berjalan dengan lancar pada 22 Juli 2022.

Ada nuansa yang berbeda memang yang dirasakan ketika forum Kenduri Cinta diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki. Meskipun TIM hari ini sudah jauh berbeda dengan TIM dua tahun lalu, ada beberapa gedung tinggi yang sudah tegak berdiri, Graha Bhakti Budaya pun sudah berubah bentuknya, begitu juga dengan Planetarium. Halaman depan kini sudah berubah menjadi sebuah gedung parkir. Namun, Kenduri Cinta hanya membutuhkan sedikit area di halaman Plaza Teater Besar untuk kembali menyelenggarakan forumnya. Agar kebahagiaan dan kegembiraan Sinau Bareng itu kembali kita rasakan bersama.

Tidak ada jeda yang cukup lama, karena memang tanggal 13 Agustus 2022 sudah diputuskan jauh-jauh hari untuk hari penyelenggaraan pagelaran teater di Kenduri Cinta. Jika kita mundur ke tahun 2020, seharusnya di bulan April 2020 saat itu, Kenduri Cinta akan menggelar Pagelaran Teater “Sunan Sableng Paduka Petruk” secara kolosal dan terbuka. Tentu saja, pagelaran itu batal karena situasi pandemik. Padahal, persiapan teknis saat itu sudah mencapai 80%.

Kemudian, “Mlungsungi” pada akhir Maret lalu dipentaskan di Taman Budaya Yogyakarta, lalu juga di bulan April dipentaskan di Padhangmbulan, Menturo, Jombang, rencananya juga akan dipentaskan di Jakarta. Namun, pada akhirnya memang tidak rasional secara pembiayaan untuk digelar di Jakarta. Cak Nun kemudian menulis naskah baru berjudul “Waliraja-Rajawali” yang akan dipentaskan pada Kenduri Cinta 13 Agustus 2022 nanti.

Jangan dibayangkan ini adalah sebuah keajaiban. Ada proses panjang yang telah dilalui hingga akhirnya Komunitas Kenduri Cinta berkolaborasi bersama Progress Management untuk mementaskan “Waliraja-Rajawali” yang melibatkan Teater Perdikan dan Gamelan KiaiKanjeng ini.

Setelah gelaran Kenduri Cinta 22 Juli 2022 lalu, penggiat Kenduri Cinta segera menghubungi pihak-pihak terkait, seperti Mas Tatam (NEVA) yang selalu dilibatkan untuk dukungan Sound System di Kenduri Cinta dan juga KiaiKanjeng saat di Jakarta. Begitu juga dengan TGUPP DKI Jakarta dan juga Dinas Kebudayaan DKI Jakarta melalui UP PKJ Taman Ismail Marzuki. Proses koordinasi dilakukan secara maraton dalam 2 minggu terakhir, mulai dari survey lokasi, perubahan layout dan tata letak panggung, koordinasi dengan pihak Jakpro, hingga technical meeting pun dilakukan Jum’at kemarin (5/8) bersama pihak UP PKJ Taman Ismail Marzuki. Dan saat ini, tinggal menghitung hari saja hingga hari pagelaran tiba.

Keputusan Kenduri Cinta untuk menyelenggarakan pagelaran teater ini secara terbuka pun bukan tanpa pertimbangan yang matang. Secara forum, Kenduri Cinta telah membuktikan eksistensi dan kemandiriannya, secara swadaya teman-teman Jamaah Kenduri Cinta itu sendiri juga yang selama ini membiayai forum. Semangat itu yang kemudian kita bawa untuk menyelenggarakan pagelaran teater ini secara terbuka, kolosal, dan gratis.

Skema ‘bantingan’ yang dibuka oleh penggiat Kenduri Cinta tentu saja dalam rangka keterbukaan. Bahwa secara rasional ada biaya yang harus dikeluarkan untuk mensukseskan pagelaran ini. Dan informasi itu pun secara transparan kita publikasikan di media sosial Kenduri Cinta, sehingga teman-teman Jamaah Kenduri Cinta pun mengetahui secara langsung kondisinya.

Sampai bertemu di tanggal 13 Agustus 2022 nanti di Plaza Teater Besar Jakarta.