Drama Mlungsungi #13

Avatar

Mindset pemrosesan MLUNGSUNGI tidak mengikatkan diri pada prinsip atau teori teater modern maupun tradisional.

Mindset ini, dalam pemahaman Mas Eko Winardi, salah seorang pelakon Mlungsungi, menunjukkan paradigma yang berbeda pada naskah Cak Nun berikut pementasannya di mana titik tekannya ada pada komunikasi sehingga yang menjadi hal utama adalah bagaimana pesan tersampaikan dalam komunikasi tersebut.

Menariknya, titik tekan ini sekaligus adalah titik tolak di mana dari naskah dan komunikasi ini justru akan lahir estetika baru yang melampaui prinsip atau teori teater modern maupun tradisional.

Dalam prosesnya, aktor memahami naskah, lalu bertugas menyampaikan. Demikian pula tim musik, lighting dan pemilihan kostum berangkat dari memahami naskah, lalu bentuk estetikanya akan muncul otentik dari situ. Sehingga, keberangkatan tidak dimulakan dari kategori teori teater modern maupun tradisional, melainkan dari kandungan pesan dan karakter pada naskah yang pada gilirannya akan melahirkan estetika yang unik, khas, dan melampaui kategori teater modern dan tradisional.