Cak Mif, Tonggak yang Bisa Diandalkan

Pakde Mif kuwi dependable.” Itulah kalimat pertama Mas Sabrang saat ditanya bagaimana sosok Cak Mif ketika reporter BMJ menemuinya di lobi sebuah hotel di Surabaya. Menurut Mas Sabrang, pakdenya termasuk sosok yang tidak banyak bicara tapi bisa diandalkan ketika dibutuhkan.

“Bukan Demokrasi Benar Menusuk Kalbu”

Saya yakin akurasi masalahnya tidak pada apa yang diucapkan oleh Nusron. Apapun yang dia ucapkan, itu akibat. Yang perlu kita temukan adalah sebab-nya. Nusron, juga Ahok, bahkan Presiden dan Pemerintah secara keseluruhan, tidaklah benar-benar ada dan hadir sebagai dirinya sendiri, melainkan merupakan representasi dari semacam sindikasi kekuatan dan niat kekuasaan serta modal sangat besar di belakangnya. Dengan idiom lain: Nusron hanya peluru, bukan bedilnya. Dia hanya mercon, ada tangan yang melemparkan dan membantingnya.