Sengkuni2019

Sengkuni2019
7 Pembelajaran dari Menonton Teater Sengkuni2019

7 Pembelajaran dari Menonton Teater Sengkuni2019

“Akhirnya nonton teater lagi. Terakhir Saya nonton sekitar 20 tahun yang lalu loh”, begitu ungkap seorang kawan baik saya dari Semarang saat bareng-bareng duduk ngleseh di selasar menunggu saat pementasan Sengkuni2019 dimulai.

Komentar Rofiq dan Rian

Komentar Rofiq dan Rian

Di antara penonton Sengkuni2019, terdapatlah dua orang bernama Rofiq dan Rian yang menonton pada malam pertama.

Photo Booth Sengkuni2019

Photo Booth Sengkuni2019

Walaupun kisah Sengkuni diangkat dari sejarah masa silam dan dihadirkan kepada kita melalui dunia pewayangan, pentas Sengkuni2019 ini adalah sebuah pembacaan kembali di masa kini, baik dari sisi cara yang baru dalam memahami sejarah Sengkuni seperti tercermin dalam gagasan yang ada pada naskah maupun komponen-komponen kekinian lain yang mendukung kualitas panggung.

Komentar Habib Anis Sholeh Ba’asyin

Komentar Habib Anis Sholeh Ba’asyin

Datang dari Pati, ditemani anak-anaknya, Habib Anis menonton Sengkuni2019 pada malam pertama, dan berikut komentarnya seusai menyaksikan Sengkuni2019:

“Saya melihat gambar besar. 

Komentar Pakde Herman Solo

Komentar Pakde Herman Solo

Salah seorang sahabat lama Mbah Nun, Pakde Herman dari Solo, yang juga sudah akrab di mata teman-teman Jamaah Maiyah terutama lewat suara tembang Jawa-nya, menonton pentas Sengkuni2019 pada malam pertama, dan punya komentar berikut ini:

“Ada sesuatu yang berbeda dari pementasan Sengkuni2019 malam ini jika dibandingkan dengan pementasan wayang kulit biasanya, tetapi yang terpenting adalah semoga pementasan malam ini menjadi pembelajaran kita bersama bahwa dalam khasanah wayang kulit Sengkuni adalah sesuatu yang buruk yang bersifat negatif.

Komentar Amien Subhan

Komentar Amien Subhan

Rekan kita, Amien Subhan, dari Jakarta menyaksikan pementasan Sengkuni2019 pada malam pertama, dan berikut dia punya komentar setelah selesai menontonnya:

“Tidak mudah untuk menghadirkan Sengkuni di zaman now, apalagi sampai kehadirannya disambut baik oleh masyarakat.

Exit mobile version