Komentar Amien Subhan

Rekan kita, Amien Subhan, dari Jakarta menyaksikan pementasan Sengkuni2019 pada malam pertama, dan berikut dia punya komentar setelah selesai menontonnya:

“Tidak mudah untuk menghadirkan Sengkuni di zaman now, apalagi sampai kehadirannya disambut baik oleh masyarakat. Di tahun 2019 menjelang Pilpres, ketika polarisasi orientasi politik menguat, kehadirannya pasti tidak diinginkan. Masing-masing kubu mengklaim diri sebagai kubu Pandawa dan menuduh kubu lawan sebagai Kurawa yang dikendalikan Sengkuni. Jika kedua kubu saling menuduh bukankah artinya keduanya sedang dipermainkan oleh Sengkuni? Kalau kita tidak tahu Apa dan Siapa gerangan Sengkuni, kita bisa jadi korban tipu daya-nya, atau jangan-jangan kita belum tahu alasan Sengkuni memprovokasi terjadinya Perang Saudara Baratayudha. Wayang butuh Sengkuni untuk cerita Mahabarata, sedangkan masyarakat butuh belajar pada preseden Sengkuni. Di pewayangan, Baratayuda dianggap sebagai perang suci, sedangkan Sengkuni2019 diperlukan untuk amunisi peperangan terbesar yaitu melawan diri sendiri, supaya output dari setiap perbuatan senantiasa benar, baik, dan indah. Semoga pagelaran ini tidak hanya di Yogyakarta.”