Yang bentuk dan rupanya seperti Gong atau Bonang Gamelan Jawa ini adalah suatu bagian dari salah satu tiang di Hagia Sophia atau yang dulu dikenal dalam Bahasa Arab sebagai Aya Sofia (Kebijaksanaan Suci) di Istanbul Turki.

Bangunan raksasa ini didirikan di tahun 537 M sampai 1453 M, bangunan ini merupakan katedral Ortodoks dan tempat kedudukan Patriark Ekumenis Konstantinopel, kecuali pada tahun 1204 sampai 1261, ketika tempat ini diubah oleh Pasukan Salib Keempat menjadi Katedral Katolik Roma di bawah kekuasaan Kekaisaran Latin Konstantinopel.

Bangunan ini menjadi Masjid mulai 29 Mei 1453 sampai 1931 pada masa kekuasaan Kesultanan Utsmani atau Ottoman. Kemudian bangunan ini disekulerkan dan dibuka sebagai museum pada 1 Februari 1935 oleh Republik Turki. Dan demikian kedudukan serta fungsinya sampai hari ini.

“Gong” itu foto hasil jepretan Mbah Nun pada th 2013, ketika bersama Ibu Novia Kolopaking menjemput putrindanya Aqiela Fadia Haya, usai terpilih mengikuti Türkcê Olympiatlare, berkeliling sepuluh kota seantero Turki. Menurut kepercayaan Ummat Islam Turki, karena aslinya bangunan ini adalah Gereja, ketika kemudian dijadikan Masjid: arahnya tidak ke Ka’bah. Sehingga pada suatu malam datang Nabi Khidlir masuk ke bangunan itu, menghampiri salah satu tiang sangat besar, memegang bagian tertentu, kemudian menggesernya sekian derajat sehingga Masjid itu menghadap Ka’bah.

Kelak di Sorga baru ada kemungkinan, ada bahan dan ilmu, untuk mendiskusikan apakah kepercayaan rakyat Turki tentang Nabi Khidlir itu fakta riil atau tidak. Sekarang di dunia pilihannya hanya tiga: pertama dilupakan, kedua dipercaya, ketiga dinikmati saja sebagai keindahan. Toh hidup ini tidak juga “nyata” sebagaimana konsep “nyata” yang diketahui oleh manusia.

Sebaiknya siapa-siapa berkunjung ke Hagia Sophia, untuk mengambil gambar bekas tangan Nabi Khidlir itu, untuk melihat apakah benar berupa “Gong”.

Telapak Tangan Khidlir