Sinau Bareng Mikul Dhuwur Mendem Jero

Perjalanan hidup manusia silih berganti. Manusia hidup di dunia dalam waktu terbatas. Apa yang telah dikerjakan semasa hidup, yang baik-baik harus di-pikul dhuwur dan kalau bisa dikembangkan oleh generasi berikutnya. Jika ada yang jelek-jelek– karena manusia pasti ada tidak baiknya–itu kita pendem jero.

Berangkat dari peralihan pengelolaan Joglo Panembahan yang didirikan dan dikelola selama 30 tahun oleh keluarga almarhum bapak Projo Narpodo yang selanjutnya akan dikelola oleh Dinas Pariwisata, pada hari selasa 12 Maret 2018 malam diselenggarakan Sinau Bareng Cak Nun dan KiaiKanjeng di Joglo Panembahan.

Seluruh yang hadir bersama-sama belajar “Mikul Dhuwur Mendem Jero“. Sebagai seorang manusia belajar mikul dhuwur mendem jero dalam keluarga dan anak-cucunya. Sebagai masyarakat bisa belajar penerapannya kepada para sesepuh-sesepuhnya. Sebagai warga negara bisa belajar mewujudkannya kepada perintis negara Indonesia. Sebagai bangsa bisa belajar melakukannya kepada leluhur-leluhur di tanah air ini jauh sebelum Indonesia ada.

Mikul Dhuwur Mendem Jero merupakan prinsip nilai yang dipegang dan dijalankan Mbah Nun, KiaiKanjeng, dan Maiyah berpuluh-puluh tahun serta mengajak generasi muda bersama-sama belajar juga menerapkannya melalui ribuan kali penyelenggaraan Sinau Bareng.

Buku Cak Nun