Banyak yang tidak tahu, bahwa Cak Nun yang belakangan banyak dipanggil Mbah Nun itu aslinya bukan karena sudah punya cucu. Melainkan karena titah al-Maghfurlah KH. Ahmad Rifai Imampuro atau secara luas dikenal dengan Mbah Lim Klaten. Doktor Mustofa atau yang akrab dipanggil Pakde Mus saat ini adalah dosen IAIN Raden Intan Lampung dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Muttaqin Pancasila Sakti Lampung yang menyaksikan titah Mbah Lim itu bersama seluruh santri ketika masih nyantri di pesantren Mbah Lim.

Pakde Mus bercerita, pada tahun 1990-an, Mbah Lim menegur MC acara di Pondok Pesantren Al-Muttaqin Pancasila Sakti Klaten yang beliau asuh di mana Cak Nun hadir diundang untuk memberikan Mauidloh Hasanah. Saat itu MC mempersilakan Cak Nun dengan sebutan Cak. Di luar dugaan, Mbah Lim bergegas dari kursinya menghampiri dan menampar MC itu lalu meminta dia menyebut: Mbah Nun. Mbah Nun. Padahal waktu itu Cak Nun belum sepuh, belum punya cucu. Pakde Mus dan seluruh santri Mbah Lim mulai saat itu hingga kini memanggil Cak Nun dengan Mbah Nun.

Riwayat Panggilan ‘Mbah Nun’