Bertempat di Asrama Korem 072/Pamungkas di kawasan Kotabaru Yogyakarta, Senin 21 Agustus 2017 diselenggarakan Sinau Bareng Cak Nun dan KiaiKanjeng. Dengan tema “Kompi Bershalawat”, Sinau Bareng ini digelar dalam rangka HUT RI ke-72 dan HUT Korem 072 yang ke-56.

Korem 072/Pamungkas sendiri dikomandoi oleh Brigjen TNI Fajar Setyawan S.I.P yang juga hadir. Komando Resor Militer ini berada di bawah Kodam IV/Diponegoro, mempunyai wilayah teritorial di dua propinsi. Yaitu propinsi D.I Yogyakarta yang meliputi Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulonprogo, dan eks karesidenan Kedu. Untuk Jawa Tengah meliputi Magelang Raya, Temanggung, Wonosobo, Purworejo dan Kebumen. Korem 072 memiliki sepuluh satuan Kodim, satu satuan tempur Batalyon Infanteri, dan satuan-satuan pendukung setingkat Detasemen, sebagai kelengkapan yang bermarkas tersebar di seluruh wilayah teritorial Propinsi D.I Yogyakarta dan eks Karesidenan Kedu.

Ada titik-titik yang menarik dalam Sinau Bareng ini yaitu tentara, negara, bangsa, dan shalawat. Dan Cak Nun mengajak bersama menemukan ilmu dalam rentang titik-titik itu.

Cak Nun sendiri memiliki kedekatan dengan keluarga besar TNI sejak lama. Yang paling dikagumi beliau adalah bahwa tentara Indonesia itu sangat menonjol kemanusiaannya sehingga saat ditugaskan di belahan bumi manapun bisa diterima penduduk di sana dengan baik.

Sejak masa Orde Baru Cak Nun telah menemani TNI, yang kala itu masih bernama ABRI. Seperti diungkapkan Jendral TNI (Purn.) Tyasno Sudarto yang pernah menjabat sebagai KASAD TNI di masa kepresidenan Gus Dur. Beliau menunda kepulangannya ke Jakarta hanya untuk menemui Cak Nun di Asrama Korem 072/Pamungkas malam itu. Beliau mengungkapkan bahwa selama ini Cak Nun menyirami sanubari para prajurit sehingga menjadi kuat dalam melaksanakan tugas dan punya semangat terus untuk berjuang.

Masyarakat bersama keluarga besar Asrama Korem 072 duduk lesehan menyimak Sinau Bareng di pelataran yang tidak terlalu luas. Panggung berada dekat Masjid At-Taqwa menghadap utara yang terdapat pohon beringin besar. Komplek ini menjadi saksi sejarah pertempuran di masa kemerdekaan sehingga beberapa kali menjadi lokasi syuting film perjuangan kemerdekaan seperti Janur Kuning (1979) dan Serangan Fajar (1981). Tampak pula seorang turis yang menyimak dan sesekali memotret KiaiKanjeng dari pinggir panggung.

Hingga usai pukul 01.00 Selasa dinihari masyarakat menuntaskan Sinau Bareng ini dengan baik sampai baris salaman dengan rapi. Beberapa tampak ikut mengantri sambil menggendong anaknya yang masih balita bahkan masih bayi meminta untuk didoakan atau sekadar diusap Cak Nun. Jenderal Tyasno juga menemani salaman bersama Kyai Muzammil dan menyaksikan beberapa kali pemuda-pemuda memeluk Cak Nun sebagai ungkapan cinta kepada sosok bapak yang menemani mereka hampir setiap malam dan meminta air mineral dalam botol yang dibawanya untuk disuwuk Cak Nun.

Shalawat demi shalawat sejak awal hingga akhir dihaturkan kepada Nabi Muhammad kekasih-Nya. Shalawat agar keluarga besar prajurit TNI di Korem 072 maupun di seluruh Indonesia agar dilimpahi rezeki yang berlipat, diberikan kesabaran yang tak terbatas, dan dianugerahi keikhlasan yang dalam.

Kompi Bershalawat