Kebenaran Itu Bekal, Bukan Ekspresi

Sinau Bareng. Apa saja yang dipelajari? Segala aspek yang dihadirkan dalam Sinau Bareng. Dalam tema apapun. Sinau kegembiraan dan kebahagiaan. Sinau kehidupan. Sinau lewat persembahan KiaiKanjeng. Sinau dari dolanan anak-anak, dan banyak lagi. Dan tentunya sinau bersama Mbah Nun.

Malam itu, Senin 14 Mei 2018, Sinau Bareng Cak Nun dan KiaiKanjeng dalam haul seribu hari meninggalnya Ibu Ngadinah Parto Komari. Diselenggarakan oleh anak-cucu-buyut almarhumah. Dan bertempat di halaman kediaman keluarga beliau di Mercasan Lor, Condongcatur.

Mbah Nun mengajak sinau dari hajat sohibul bait ini. Haul ini adalah dalam rangka menghormati dan mendoakan leluhur. Karena kelak harapannya anak keturunan kita juga menghormati kita sebagai leluhur mereka.

Sinau leluhur ini dihadirkan Mbah Nun dan KiaiKanjeng lewat dolanan anak-anak: jamuran dan lepetan. Kebetulan malam itu Duta dan Eros ‘Sheila on7’ juga bergabung. Sebelumnya, ketika sore hari melalui Patub Letto mengabarkan bahwa mereka ingin sinau bareng Mbah Nun langsung. Karena selama ini hanya dari YouTube. Maka sekalianlah Duta, Eros, Letto dan KiaiKanjeng diajak Mbah Nun sinau bareng dolanan.

Malam itu kegembiraan dan kebahagiaan hadir lewat kelucuan di panggung dan gelak tawa jamaah. Semua menjadi ilmu yang indah. Dan bila ada kebenaran di dalamnya, ia hanya menjadi bekal. Tidak untuk diekspresikan. Karena ekspresi yang keluar haruslah keindahan.