Geliat Perekonomian di Sinau Bareng

Di mana manusia berkumpul maka akan selalu ada naluri perdagangan yang timbul. Di majelis Sinau Bareng dan berbagai Majelis Masyarakat Maiyah lain, selalu ada ribuan manusia dan maka itu selalu juga roda perdagangan berputar. Seringnya kemudian jenis kumpulan akan berpengaruh pada jenis komoditi dagang yang melingkupi.

Bila orang yang berkumpul merupakan satu jenis golongan saja, maka tentu saja barang dagangan yang dijajakan mayoritas adalah yang identik dengan golongan tersebut. Maka itu identitas selalu seksi bagi banyak golongan, karena itu bisa cukup menentukan manusia akan mengkonsumsi apa.

Pada Sinau Bareng di Mertoyudan malam ini 16 Mei 2019, juga seperti Maiyahan biasanya ragam jualan dan jajanan menyambut seketika kita tiba di lokasi. Namun yang unik mungkin adalah, tidak begitu mudah bagi kita untuk menemukan penjual yang menjajakan barang dagangan yang lekat dengan identitas golongan tertentu. Ada, tapi tidak dominan. Selebihnya bisa kita lihat aneka jajanan dari tahu solet, kerak telor Betawi, pempek Palembang, penyewaan odong-odong, mainan anak, kacang rebus, bakso, sosis bakar, kebab,  dan banyak lagi lainnya.

Walau secara struktur perdagangan mayoritas yang kita saksikan adalah pola dagang yang bukan produsen utama, melainkan perdagangan yang masih bergantung pada lapisan-lapisan kapital di atasnya, tentu ini proses. Sedikit demi sedikit, geliat kemandirian ekonomi juga bergerak dalam Sinau Bareng.

Buku Cak Nun