Cak Nun Menerima Keris Pusaka Kyai Bolo Rojo

Keris pusaka ini dirasa sudah saatnya diserahkan kepada seseorang. Untuk menentukan siapa seseorang itu, diperlukan “petunjuk” yang kriterianya memenuhi yang mencakup karakter, kiprah, dan perannya di masyarakat luas.

Penilaian juga diberikan oleh Lembaga Pengamatan Penelitian Keraton-keraton se-Nusantara (LP2K) dan Yayasan Paku Buwono XII yang kemudian menetapkan Cak Nun sebagai Tokoh Pengembangan Pelestarian Budaya yang Bersumber di Keraton se-Nusantara atas jasa dan peran serta dalam turut mengembangkan nilai-nilai budaya warisan leluhur.

Dalam Maulid Agung dan Satu Abad Kebangkitan Nasional di Istana Kadriah Kesultanan Pontianak, 20 Mei 2008, Yang Mulia Sultan Pontianak IX Syarif Abubakar Alkadrie menyerahkan Keris Pusaka Kyai Bolo Rojo sebagai simbol “Kewibawaan dan Pengayoman” kepada Cak Nun. Keris Pusaka dengan Warangka Gayaman Pendok Selut Perak dan Pamor Bolo Rojo Kembang karya Mpu zaman Kerajaan Mataram Sultan Agung.

Pada kesempatan itu juga Cak Nun menyampaikan ceramah dengan judul ‘Wajah Nusantara’ Esok Hari mengenai ‘Bapak, Ibu, dan Anak’ Sejarah NKRI di hadapan Raja-Raja Nusantara.