Cak Nun di Bumi Lancang Kuning

Perbanyaklah saling penerimaan. Penerimaan yang tulus. Yang demikian itu kalau bisa kita usahakan sebagai jalan hidup yang mesti dilakoni sepanjang hayat, sepanjang sabil yang kita tempuh untuk menuju-Nya kembali. Jika cuaca penerimaan yang kita bangun, kita pun punya kelayakan mendapatkan pantulan balik berupa penerimaan dari orang lain. Sebuah keseimbangan tentunya.

Sahabat-sahabat, jalan itu ternyata sudah jauh hari ditapaki oleh Cak Nun hampir saban hari, jauh sebelum era Sinau Bareng yang notabene Sinau Bareng itu bisa kita lihat dan rasakan sebagai perkembangan formula belajar saling menerima. Ini satu contoh saja, dua puluh dua tahun silam, pada 9 Juni 1996 atau 22 Muharram 1417, rekan-rekan Ikatan Remaja Masjid Al-Mustaqim Pekanbaru Riau dan Riau Pos, dan beberapa elemen lain, menyambut hangat kehadiran Cak Nun di sana.

Selamat ikut mencicipi cuaca penerimaan itu, lewat foto-foto ini.