Cak Nun dan Yusuf Islam

Allah memperjalankan Cak Nun dan KiaiKanjeng tidak hanya dipersaudarakan dengan masyarakat nusantara dari kota besar hingga ke pelosok dusun saja. Namun juga dipersaudarakan dengan mereka di belahan bumi lain. Salah satunya dengan Yusuf Islam, musisi Inggris yang sebelumnya dikenal dengan nama Cat Stevens.

Tahun 2004, Yusuf Islam menghadiri pementasan Cak Nun dan KiaiKanjeng di SOAS London. Usai pementasan, Yusuf dan istri menemui Cak Nun, Ibu Via, dan KiaiKanjeng. Pada kesempatan itu Yusuf sempat menanyakan kepada Cak Nun apakah bermusik itu tidak haram. Karena setelah masuk Islam, Yusuf meninggalkan dunia musik (gantung gitar), mengikuti salah satu madzhab.

Cak Nun menjawab dengan analogi yang cukup sederhana. Kepada Yusuf, Cak Nun bertanya dengan mengendarai apa Yusuf datang ke lokasi pementasan, naik bis atau mobil. Dijawab Yusuf naik mobil. Kemudian Cak Nun menjelaskan, bermusik itu sama dengan kendaraan, hanya salah satu wasilah mendekat ke Allah.

Jawaban atau tepatnya pertanyaan reflektif Cak Nun itu menjadi pertimbangan mendasar Yusuf Islam untuk kembali bermusik sampai hari ini.

Januari 2005, sebulan setelah Tsunami Aceh, Yusuf Islam dan istri ditemani Cak Nun mengunjungi Banda Aceh, menyampaikan bantuan kepada masyarakat Aceh. Dan bersama KiaiKanjeng, Yusuf Islam melakukan pementasan amal untuk Aceh di Jakarta.