Jam menunjukkan pukul 2 pagi, Sabtu 9 September 2017 ketika Maiyahan di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya usai. Pukul 8 Cak Nun dan KiaiKanjeng segera bergerak ke Trowulan Mojokerto. Tepatnya jam 10 Cak Nun dijadwalkan menemui para pelinting rokok kretek di salah satu Mitra Produksi Sigaret (MPS) di sana.

Tiba di PT. Ittihad Rahmat Utama yang merupakan industri padat karya menghasilkan produk Sigaret Kretek Tangan (SKT), Cak Nun disambut pimpinan pabrik dan sekitar 1300 pelinting rokok kretek yang semuanya perempuan. Memasuki ruang produksi, para pelinting menyerbu menyalami Cak Nun yang sudah mereka tunggu sejak lama.

Pak Joko Wahyudi mendampingi Cak Nun melihat proses pelintingan dan pengepakan rokok kretek. Ibu-ibu pelinting tetap mengerubuti dan menyalami Cak Nun ketika berkeliling dan mereka melantunkan shalawat badar selama Cak Nun di dalam.

Siang itu, Paguyuban Mitra Produksi Sigaret Indonesia yang dipimpin Pak Joko memiliki hajat Ngaji Bareng sekaligus ngudo roso kepada Cak Nun mengenai tantangan industri rokok kretek tangan yang semakin berat. Juga para pelinting menitipkan keluh kesah mereka kepada Cak Nun sebagai sosok bapak yang mereka pandang mampu menemani, mengayomi, dan menguatkan hati mereka.

Cak Nun dan Anak-anaknya: Para Pelinting Kretek