Bersama-sama Tenanan Gondelan Jubahnya Kanjeng Nabi

Di dalam Sinau Bareng, peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw membawa kepada penegasan kembali beberapa hal yang telah di-taaqqud-i yaitu supaya nasib kita lebih baik, lebih selamat, dan ditolong oleh Allah maka jalannya adalah gondelan jubahe Kanjeng Nabi Muhammad Saw.

Ternyata ini juga hal yang digarisbawahi oleh Gus Mus. Sesudah memaparkan apa makna bertaqwa, Beliau mengajak kita menyadari bahwa kalau diblejeti ternyata banyak hal-hal detail dari amal kebaikan yang belum kita kerjakan atau banyak detail-detail keburukan, terlebih keburukan hati, yang kita tak luput darinya. Kalau melihat record yang demikian, rasanya tak ada yang bisa diandalkan di hadapan Allah. Maka, kata Gus Mus, kita perlu memakai strateginya Cak Nun: Gondelan Kanjeng Nabi.

Gondelan ini diterjemahkan dalam beberapa cara. Yang paling awal, Mbah Nun mengajak semua ribuan jamaah itu untuk bersama-sama bershalawat. Kemudian, dengan workshop, para jamaah diajak memetik pelajaran dan teladan dari Rasulullah yang ini pun merupakan proses yang tak pernah berhenti. Satu pertanyaan diberikan Mbah Nun buat tiga kelompok berkaitan dengan apa saja yang mereka pelajari dan teladani dari Kanjeng Nabi baik dalam skala individu, keluarga, maupun bernegara.

Kesungguhan dan kekhusyukan gondelan jubahnya Kanjeng Nabi juga terpancar dari wajah-wajah jamaah dan masyarakat yang hadir terutama pada waktu bershalawat bersama. Kesatuan dari semua komponen yang ada di Sinau Bareng mengekspresikan hal itu. Itulah yang berlangsung dalam Sinau Bareng memeringati Maulid Nabi Muhammad Saw malam ini (16/12/19) di Lapangan HSS Bungah Gresik Jawa Timur bersama Mbah Nun, Gus Mus, KiaiKanjeng, Mas Sabrang, Kyai Muzammil, dll.

Buku Cak Nun Majalah Sabana