Titik Nadir Demokrasi

Judul : Titik Nadir Demokrasi
Tahun : 2016
Penerbit : Bentang Pustaka

Buku ini pertama kali terbit tahun 1996. Diterbitkan Zaituna, pada masa sebelum reformasi, buku ini telah mendapatkan pembacanya. Dua dekade setelahnya buku ini kemudian diterbitkan Bentang Pustaka dengan judul yang sama. Secara umum buku ini berangkat dari perspektif karut-marut persoalan praktik politik skala lokal hingga nasional yang ironinya muncul di tengah negara “demokratis”. Cak Nun menulis, “Tanpa disadari, korupsi menjadi salah satu sahabat sehari-hari kita. Korupsi tak terasa korupsi karena milik bersama, dilakukan bersama, ditutupi dengan alibi-alibi bersama, ditaburi harum wewangian retorika dari berbagai sudut, sisi, dan disiplin. Korupsi menjadi kecenderungan sehari-hari. Menjadi naluri alamiah tradisi kebudayaan kita. Menjadi makanan pokok sehari-hari. Menjadi candu yang membuat orang merasa rugi kalau tak melakukannya.”

Buku Cak Nun