Istriku Seribu

Judul : Istriku Seribu
Tahun : 2015
Penerbit : Bentang Pustaka

Tahun 2007 buku ini pertama kali diterbitkan Progres. Pada tahun yang sama diterbitkan ulang oleh Bentang Pustaka. Secara garis besar, kumpulan esai yang diantologikan ini membincangkan tema polemik poligami. Cak Nun meletakan isu tersebut sebagai persoalan sosial-masyarakat yang tak kunjung menuai solusi. Ia dengan piawai mendedah tema melalui dua tokoh yang berdialog: Cak Nun sendiri dan Yai Sudrun. Sebagai penulis yang memasyarakatkan Al-Qur’an sebagai solusi atas segala persoalan, Cak Nun mendasarkan problem poligami lewat sebab-musabab ayat tentangnya. Cak Nun menulis, “Penduduk negeriku malas belajar sejarah, ogah berpikir, tidak pernah merasa penting untuk mempelajari suatu persoalan melalui pertimbangan pemikiran yang saksama. Kalau ada buah busuk, mereka beramai-ramai sibuk mengutuknya, membuangnya, menghina buah itu, tanpa sedikit pun ingat pada pohonnya apalagi akarnya, terlebih lagi tanahnya — jangankan lagi pencipta tanah itu.”

Buku Cak Nun