Ladrang Rampak Panuluh

Jamaah Maiyah Mocopat Syafaat. Lulusan ISI Yogyakarta Jurusan Etnomusikologi.

Website Facebook

Hari Ini Adalah Benih

Bahwa sudah pasti setiap muslim yang telah baligh serta sehat wal afiat akalnya akan mengimani terjadinya peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad.

Bersedekah Pada Indonesia

Cahaya kasih sayang menaburi malam
Hidayah dan rembulan menghadirkan Tuhan
Alam raya, cakrawala pasrah dan sembahyang

Yang palsu ditanggalkan yang sejati datang
Yang dusta dikuakkan, topeng-topeng hilang
Jiwa sujud, hati tunduk pada-Mu Tuhan

Beribu hamba-Mu bernyanyi rindu
Bergerak menari bagai gelombang
Sepi mereka karena dipinggirkan
Oleh kedzaliman kekuasaan dan kesombongan

Suara mereka merobek langit
Bergolak suara sunyi mereka semua
Waktu berhenti, alam menanti
Tuhan kekasih akan mengakhiri

Kekasih mendampingi setiap langkah
Pada laparmu, cinta-Nya merekah
Tataplah wajah-Nya, hatimu pun cerah
Lihatlah,lihatlah mentari baru

Yang terbit dari dalam tekadmu
Sesudah senja diujung duka
Nikmatilah mengalirnya cahaya
(Padhang mBulan)

Lantunan merdu lagu berjudul Padhang mBulan membuka forum Macapat Syafa’at 17 Juni 2012 kali ini.

Mengeja Cahaya

Pada perjalanan menghadiri Maiyahan akhir-akhir ini, saya banyak bertemu pelajaran-pelajaran penting melalui beberapa keadaan dan peristiwa yang aku lalui disepanjang perjalanan.

Seabad Hamengkubuwono IX

Peringatan seabad Hamengkubuwono IX beberapa hari yang lalu (12 April 2012) menyiratkan pesan bahwa masyarakat sedang benar-benar merindukan sosok seorang pemimpin yang serius memegang tanggung jawab yang diembannya.

Menyongsong Indonesia

Siapapun yang hadir pada acara Macapat Syafa’at 17 Februari 2012 lalu akan merasakan betapa nikmatnya menjalani rasa bersyukur dan berbaik sangka terhadap setiap keadaan apapun termasuk kepada setiap keadaan yang tidak mengenakkan atau sama sekali tidak kita perhitungkan.