CakNun.com

Kenduri Cinta adalah Forum Dengan Pola Komunikasi Yang Baik dan Benar

Catatan Kenduri Cinta edisi Januari bagian 2

Dok. Kenduri Cinta

Sabrang kembali mengingatkan agar di Pemilu nanti kita harus memiliki preferensi dan alasan yang jelas mengapa kita memilih salah satu kandidat. Ide dan gagasan yang dibawa menjadi landasan bagi kita apakah pemikirannya sejalan dengan apa yang kita harapkan atau tidak. Tidak perlu kita membaca detail sekian ratus halaman visi misi yang sudah disusun oleh masing-masing kandidat, toh itu juga disusun oleh masing-masing tim suksesnya, tidak sepenuhnya disusun oleh masing-masing kandidat. Maka setidaknya, kita memiliki landasan atas dasar kesamaan visi dan misi kita sendiri mengenai persoalan-persoalan yang relate dengan kehidupan kita sehari-hari.

Karena memang tidak mungkin seseorang itu berkuasa sendirian. Seorang Pemimpin tidak mungkin berkuasa hanya dengan dirinya sendiri. Ia membutuhkan orang lain untuk berkuasa. Ia membutuhkan pihak lain untuk membantu menjalankan ide dan gagasannya.

Kita yang mungkin aktif di dunia pendidikan, sudah semestinya akan memilih kandidat yang memiliki rencana strategis yang baik tentang dunia pendidikan. Bagi yang memiliki concern di bidang isu perempuan dan kekerasan seksual, misalnya, pasti juga akan memilih salah satu kandidat berdasarkan paparan visi misinya yang membahas detail mengenai isu tersebut. Begitu juga seterusnya, diantara kita yang memiliki concern dalam dunia kesehatan, ekonomi, hukum, budaya dan lain sebagainya, sudah semestinya kita mempelajari ide dan gagasan dari masing-masing kandidat untuk kemudian kita menentukan, kandidat yang mana yang memiliki kesamaan ide dan gagasan dengan bayangan kita masing-masing. Jika tidak, maka kita hanya akan mengulangi kesalahan yang sama dari Pemilu sebelumnya, kita hanya memilih berdasarkan pilihan emocional saja, bukan berdasarkan rasionalitas kita dalam menentukan pilihan.

Sekarang ini, kita sangat mudah untuk mendapatkan informasi. Sabrang mencontohkan melalui teknologi AI yang saat ini ia juga sedang mengembangkan pada sebuah platform podium2024.id. Melalui teknologi AI itu, Sabrang menawarkan satu solusi kepada kita untuk memudahkan kita menentukan pilihan. Dan saat ini, begitu banyak platform-platform yang memanfaatkan teknologi termasuk AI yang memudahkan bagi kita untuk menentukan pilihan yang tepat, yang sesuai dengan kesamaan visi dan misi yang kita sepakati. Sehingga, kita sudah semestinya mencapai pada tingkat dimana kita bukan lagi memilih berdasarkan siapa orangnya, melainkan berdasarkan kesamaan ide dan gagasan yang kita bawa.

Kita memang saat ini belum benar-benar memilih berdasarkan kehendak kita. Kita hanya disodorkan pilihan yang sudah dimonopoli sebelumnya oleh elit politik di Negara ini. Tidak pernah ada partai politik yang sebelumnya mengajak kita berdiskusi dan rembug untuk menentukan kandidat yang akan mereka usung. Mereka sendiri yang ribut sendiri, kemudian menentukan kandidat berdasarkan kepentingan politik yang tentu saja menguntungkan mereka sendiri, lalu kemudian menyodorkan kepada publik, lantas melemparkan pilihan-pilihan itu dengan dalih: ”Rakyat bebas untuk menentukan pilihannya”.

Absurd memang. Kita sama sekali tidak pernah diajak berdiskusi, kemudian dipaksa untuk memilih pilihan yang ada.

Kembali ke pembahasan mengenai debat, Sabrang menegaskan bahwa memang kita ini tidak terbiasa berdebat karena kita tidak terbiasa berbeda pendapat. Pemimpin seharusnya menyadari bahwa sebuah ide tidak datang hanya dari dirinya sendiri. Ketika ide dan gagasannya didebat oleh orang lain, seharusnya jangan dimasukkan ke hati. Secara rasional, ide dan gagasan itu akan berkembang setiap hari. Sangat mungkin terjadi ide dan gagasan dari salah satu kandidat jika dikombinasikan dengan ide dan gagasan kandidat yang lain justru bisa saling melengkapi.

Lainnya