CakNun.com

Pemkot Mojokerto Hadirkan Kegembiraan Sinau Bareng Bersama Mbah Nun, Sabrang MDP, dan KiaiKanjeng

Sinau Bareng sebagai forum pembelajaran yang dibutuhkan masyarakat terus bergulir. Semalam (Rabu, 15 Februari 2023), bertempat di GOR & Seni Mojopahit Mojokerto, ribuan warga dan jamaah masyarakat kota Mojokerto berkumpul untuk mengikuti Sinau Bareng bersama Mbah Nun, Mas Sabrang MDP, dan KiaiKanjeng. Acara diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Mojokerto dalam rangka memperingati Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad Saw.

Membuka Sinau Bareng tadi malam, dengan rasa cinta dan sayang kepada warga masyarakat dan anak-cucu jamaah Maiyah, Mbah Nun terlebih dahulu mendoakan mereka semua, orangtua mereka, keluarga mereka, dan segenap warga kota Mojokerto agar Allah berkenan memudahkan rezeki mereka; jikalau ada apa-apa, Allah segera memberikan pertolongan yang agung; agar yang belum punya momongan segera diberikan oleh Allah; yang jualan semoga Allah memberikan kelarisan; yang sedang ujian, semoga Allah memberikan kelulusan; dan yang belum mendapatkan pekerjaan, segera mendapatkannya.

Suasana Sinau Bareng tadi malam berlangsung penuh kegembiraan, meriah, menyenangkan, nikmat di hati, dan terasa bahwa para jamaah dan masyarakat telah karib di hati mereka kepada sosok Mbah Nun, Mas Sabrang MDP, dan KiaiKanjeng. Saat datang dan kemudian Mbah Nun memulai Sinau Bareng rasanya seperti langsung ngeklop antara masyarakat dan jamaah yang hadir dengan Mbah Nun, Mas Sabrang, dan KiaiKanjeng.

Ibu Walikota Mojokerto Ika Puspitasari tak bisa menyembunyikan kegembiraannya dengan Sinau Bareng tadi malam. Beliau menyapa warganya dengan memastikan apakah mereka semua sehat ataukah ada yang sedang nggregesi. Mereka menjawab: sehat. Kata Bu Walikota, andaikan nggregesi paling yang nggregesi adalah dompetnya. “Tapi, meskipun nggregesi dompetnya, kalau shalawatan bareng Mbah Nun dan KiaiKanjeng insyaAllah akan sehat semua,” tegas Bu Walikota.

Lebih lanjut Bu Walikota Ika Puspitasari berharap bahwa kehadiran Mbah Nun dan KiaiKanjeng dengan Sinau Bareng ini akan meningkatkan Indeks Kebahagiaan Warga Masyarakat Kota Mojokerto, dan beliau meyakini bahwa kebahagiaan merupakan modal utama dalam melangkah ke depan dalam membangun kehidupan masyarakat kota Mojokerto di masa depan.

Sementara itu, mengapresiasi acara Sinau Bareng dalam rangka memperingati Isro’ dan Mi’roj ini, Mbah Nun mengingatkan kembali kepada semua hadirin bahwa tak ada pemda atau pemkot di dunia ini yang bikin acara peringatan keagamaan seperti ini, dan hanya di Indonesia yang ada dan reguler. Menurut Mbah Nun, itu semua disebabkan oleh karena Indonesia memiliki Pancasila, terutama Sila Ketuhanan Yang Mahaesa, di mana sebenarnya Pancasila itu bersifat wungkul atau utuh. Satu Sila mengandung empat Sila lainnya. Menyatu satu sama lain.

Di atas panggung, tidak hanya Mbah Nun, Mas Sabrang, KiaiKanjeng, dan Bu Walikota, melainkan juga segenap jajaran Forkompimda Kota Mojokerto beserta tokoh-tokoh masyarakat lainnya. Selain memantik dengan empat poin mengenai Isro’ dan Mi’roj, Mbah Nun secara khusus meminta Mas Sabrang untuk memberikan hikmah dan tadabbur atas Isro’ dan Mi’roj Nabi Muhammad Saw.

Berangkat dari kesadaran bahwa ketika kita bershalawat sesungguhnya yang ada dalam batin kita adalah rasa rindu dan kangen kepada Kanjeng Nabi. Kenapa kita kangen beliau? Karena beliau bukan sekadar sosok yang akan memberikan syafaat, tetapi beliau adalah pribadi dengan kualitas yang paripurna: penuh kasih sayang kepada umat manusia, jujur, mengayomi, dan bertanggung jawab. Dan kualitas-kualitas lainnya tentunya.

Mi’roj adalah peristiwa naik. Dengan analogi seseorang yang sedang naik pangkat, sejatinya yang dialami orang tersebut adalah bertambahnya tanggung jawab yang diembannya. Demikian pula dengan Kanjeng Nabi dengan Mi’roj yang dialaminya pada malam 27 Rajab itu. Ilmu dan makna yang dapat dipetik dan diterapkan secara aplikatif, menurut Mas Sabrang, adalah apabila kita ingin jadi orang yang dikangeni orang lain, jadilah orang yang bertanggung jawab. Jika seorang pemimpin ingin dirindukan selalu oleh rakyat atau warganya, jadilah pemimpin yang senantiasa bertanggung jawab.

Itulah sedikit petikan ilmu dari Sinau Bareng semalam di GOR & Seni Mojopahit kota Mojokerto. Dalam durasi waktu yang lebih ringkas dari biasanya, acara Sinau Bareng tadi malam berjalan padat tetapi tetap diwarnai kegembiraan dan juga kekhusyukan. Semua rasa tersebut menyatu dan bergerak dalam komposisi yang enak dan pas hingga saat acara berakhir pada menjelang pukul 23.00 WIB.

Lainnya

Alhamdulillah dan Alhamdulillah

Alhamdulillah dan Alhamdulillah

Assalamualaikum wr. wb.

Teman-teman semua, doa untuk Mbah Nun terus dihaturkan oleh teman-teman Jamaah Maiyah di berbagai simpul Maiyah.