Lima Menit Saja, Lima Menit Saja

Lima menit saja, lima menit saja, istriku
Duduklah engkau di ranjang ini
Aku ingin berbaring di pangkuanmu
Membaringkan jiwaku

Sejak kecil Bapakku pergi
Dan Ibuku selalu jauh dariku
Sedang di antara kawan-kawan
Aku ditakdirkan menjadi Ibu

Kini aku sangat letih
Sebuah batu besar bagai terus menindih
Batinku koyak-moyak
Oleh hidup yang menghimpit dan mendesak

Lima menit saja, lima menit saja, istriku
Eluslah keningku
Agar aku sehat kembali
Dan menantang hitam putih hidup ini

Surabaya 77