Lagu

polos bola matanya
bergerai rambut panjangnya
diakah kekasih sang dewa
yang terjaga dari noda

pasti harum jiwanya
seperti bunga-bunga
pasti sahaja hatinya
suci dan mulia

di timur matahari bangkit
mendaki bukit demi bukit
dalam sukma ia pun terbit
menyembuhkanku dari sakit

Tuhan, bisakah kiranya
kelak kukecup keningnya
dan di telaga bening matanya
aku membasuh luka

Surabaya 76