CakNun.com

Hangout dan Warmindo

Cak Nun sebelum pagelaran teater Waliraja Rajawali karya Emha Ainun Nadjib di Kenduri Cinta TIM Jakarta.
Foto: Adin (Dok. Progress)

Minggu itu sebaiknya santai. Bagi para kaum yang hidupnya sudah mapan — minggu adalah hari menikmati hidup: kuliner dan hangout.

Sementara kita yang masih rakyat biasa, para kaum rebahan — bangun siang adalah kemewahan tersendiri. Bukan karena malas bangun pagi. Hanya sengaja tidak bangun pagi karena tidak ada budaya hangout, juga kulinernya cukup di warmindo.

Ada Whatsapp masuk. “Update Njenengan Simbah keadaan OK. OK. Kondusif. Apakah Artinya 100% kembali fit dan lusa hadir di Padhangmbulan, Mas?”

Atas pertanyaaan ini, saya tidak jadi hangout. Cukup bikin kopi saja di rumah sambil berpikir menjawab pertanyaan.

Si Kobbie Mainoo pemain muda Man United cedera pergelangan kaki ketika melawan Madrid kemarin. Tim medis menjelaskan Mainoo akan absen sekitar 3-4 bulan. Pemain belakang Persija Hansamu Yama cedera hamstring dan diperkirakan absen sekian bulan. Dulu pemain Arsenal Eduardo da Silva pernah mengalami patah tulang di pergelangan kakinya. Gara-gara cedera itu, Da Silva langsung melakukan operasi dan harus absen selama setahun dari sepakbola.

Saya menjawab dengan pengantar di atas. Sengaja memang panjang pengantarnya. Karena saya nganggur gak jadi hangout.

“Maksudnya, Mas?” dia merespons pengantar saya.

Mbah Nun bukan sakit kakinya karena kesandung batu. Juga bukan sakit tangan karena main pisau cukur. Juga bukan sekedar biduren. Beliau sakit yang terkait dengan kepala. Dokter kerja keras dan teliti. Per tahap dilakukan dengan baik. Alhamdulillah fisik Mbah Nun sangat tangguh. Sehingga mempermudah dokter menangani.

Berapa bulan? Sepertinya masih lama. Butuh recovery yang maksimal. Mbah Nun layak istirahat. Intim dengan keluarga. Mengambil hak jatah istirahat dan tidur nyenyak yang sudah puluhan tahun tidak diambilnya.

Mbah Nun sudah menemani kita puluhan tahun. Kita yang mengaku sebagai muridnya, harus menjawab dengan nyata. Kita tumbuhkan yang sudah ditanam Mbah Nun. Kita sebarkan nilai-nilainya.

Kita doakan terus. Segera cepat proses recovery-nya. Allah Maha Menyembuhkan Apa Saja. Bismillah.

Yogyakarta, Minggu, 30 Juli 2023

Lainnya

Pernah Ateis

Pernah Ateis

Medio Maret 2015, di Kenduri Cinta. Mas Sabrang merespons beberapa pertanyaan dari jamaah Kenduri Cinta mengenai ateis, yang kemudian dibumbui cerita atau lebih tepatnya pengakuan bahwa ia pernah ateis semasa kuliah di Kanada.

Melangkah dengan Pertemanan

Melangkah dengan Pertemanan

Ini adalah refleksi tentang kegiatan kepemudaan di desa. Awal-awal saya mulai memasuki pintu pergerakan kepemudaan itu, tahun-tahun pertama memberikan pelajaran bahwa menciptakan hal baik itu belum tentu menjadi kebaikan bersama jika hanya menyentuh satu dua orang.