CakNun.com

Dari Gua Ke Gua Lagi

FotoL Adin (Dok. Progress).

Evaluasi terus-menerus dilakukan meliputi seluruh aspek yang ada, baik fisik, biopsikologi, dan sosial. Ini dilakukan oleh tim yang memang berhak dan mempunyai kompetensi di bidangnya masing-masing. Sehingga, diharapkan tak akan ada satu item pun yang tercecer dalam evaluasi.

Mas Andi concern pada risiko infeksi serta dinamika mikrosirkuler yang terjadi. Pakdhe Mail lebih bertanggung jawab terhadap susunan dan lompatan mikro elektron serta komunikasi di dalam tubuh. Mbak Rina menganalisis kestabilan serta hemodinamika tubuh termasuk homeostasis. Mas Mawan sebagai salah satu pemimpin orkestra ini. Budhe Novi yang selalu ceria memberi selalu semangat dengan excercise-excercise yang gembira.

Sementara, para cantrik menyimpulkan apa yang tertera dalam lembaran-lembaran yang akan dijadikan ‘mushaf 22’, yang nantinya bisa berbicara tentang perjalanan menuju gua sophisticated serta dinamika yang terjadi di dalamnya.

***

Kalau Ashabul Kahfi yang berjumlah tujuh orang sebelum masuk gua berdo’a:“Yaa Allah, berikanlah kami rahmat kepada kami dari sisi-Mu, dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)” — dan kemudian Allah menidurkan mereka selama 300 tahun Syamsiyah/ 309 tahun Qomariyah, maka saya nggraito, jangan-jangan Cak Nun melakukan hal yang sama, dan melafalkan doa yang sama, atau mungkin Cak Nun memohon doa sebagaimana Nabi Yunus ketika ditelan ikan hiu: Laa ilaha illa anta, subhanaka inni kuntu minadh dhoolimin.

Tapi, ini panggraito saya lho. Saya yang sangat bodoh dan hina ini, jauh dari kesalehan seorang manusia, jauh dari kesucian seorang insan, dan manusia yang tak berguna. Tapi boleh kan saya mempunyai pangroso atau apapun namanya yang tentu saja subjektif sifatnya.

***

Suatu saat pernah terlintas saya ingin minta waktu Cak Nun untuk membicarakan RUU Kesehatan. Topik yang tetiba nongol dengan segala macam masalahnya, yang banyak cibiran dan sering muncul di podcastnya orang-orang top, seperti podcastnya FNN milik Mas Hersu dan Mbak Agi wartawan senior, atau podcastnya Abraham Samad dan Bambang Wijayanto, dan banyak podcast lain yang membicarakannya.

Saya ingin minta pendapat Cak Nun tentang RUU dalam perspektif yang lebih luas dan lebih global serta meminta saran bagaimana sebaiknya menyikapinya.

Rupanya Allah belum mengizinkan saya ketemu Cak Nun untuk membahasnya. Rupanya Allah lebih memilih mengistirahatkan Cak Nun dari hiruk pikuk situasi di negeri ini. Belum lagi masalah copras-capres, masalah obok-obok partai, masalah korupsi-korupsi, masalah tembak-menembak, masalah mutilasi dan segudang masalah sosial, ekonomi, politik dan budaya di negeri ini.

“Wis Nun…, ngasolah. Kututup telinga, mata, dan segala indera dari hiruk pikuk yang terjadi di sekelilingmu.”

“Masuklah dalam ‘gua’ yang cukup nyaman untukmu beristirahat.”

“Kumpulkan dan kembalikan energimu, agar ketika kamu bangun maka kamu sudah siap mengguncang dunia meluluhlantakkan segala angkara murka yang ada….”

“Kemudian kau tata kembali!!”

Akhirnya saat yang dinanti tiba. Saatnya Cak Nun keluar dari gua persembunyiannya untuk melanjutkan tetirahnya di padepokan Ngamarta. Semua cantrik mengantarkannya, para malaikat selalu menjaganya, dan seluruh alam, angin, matahari rembulan, awan, bintang gemintang, dan pepohonan ikut bertasbih.

Yogyakarta, Jumat 4 Agustus 2023

Lainnya

Puasa Itu Unik

Puasa Itu Unik

Mengapa puasa itu unik?

Kita coba bahas fisik puasa. Atau puasa secara fisik.