CakNun.com
Tadabbur Hari ini (43)

Al-Fatihah Al-’Alamin

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ
إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ
ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيم
صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ
غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ

(Al-Fatihah: 1-7)

Kita tidak kunjung paham sampai hari ini kenapa Tuhan menjalankan proses penduniaan “amr dan iradah”-Nya secara evolusioner. Di antara kita mungkin ada yang berpikir bahwa akan berbeda situasi dan keadaan dunia andaikan sejak awal Allah menciptakan beliau Nabi Adam dan melantiknya menjadi “Khalifah” dengan sekaligus dikasih “Al-Qur`an sebagai buku panduan” beserta “juklak”nya.

Terkadang mungkin kita ngawur mengasosiasikan “hudan linnas” itu tutorial Qur`annya, kemudian “wa bayyinatin minal huda” itu petunjuk pelaksanaannya. Soalnya kita benar-benar pusing kepala memikirkan dan mengalami perbenturan antar golongan.

Sampai-sampai manusia membikin acuan ideologi pluralisme, bahwa berbeda itu wajar, bahwa semua harus belajar menerima perbedaan, sedemikian rupa sehingga seakan-akan pencetus ide itu adalah kita-kita manusia di era modern. Dan memang tidak sedikit yang otomatis menganggap seperti itu.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن ذَكَرٖ وَأُنثَىٰ
وَجَعَلۡنَٰكُمۡ شُعُوبٗا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ
إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari benih kelelakian dan kewanitaan serta menjadikan kamu bergolongan-golongan dan berkelompok-kelompok supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Al-Hujurat: 13)

Gagasan pluralitas dan pluralisme adalah ciptaan Allah, yang diberlakukan antar-makhluk-makhluk maupun intra-makhluk. Benda, batu, tumbuh-tumbuhan, hewan, Jin, manusia sangat berbeda satu sama lain, serta bahkan berbeda pada masing-masing kemakhlukannya.

Dari warna dasar merah saja ada merah Indian, koral terang, salmon, salmon gelap, salmon terang, crimson, merah bata, merah tua dll. Dalam putih ada salju, embun madu, mintcream, azure, aliceblue, ghostwhite, putih asap, seashell, beige, oldlace, putih flora, ivory, putih antik, linen, lavender blush, mystirose dll. Kita kenal 16 juta warna sejak awal-awal komputer.

Itu baru yang bisa ditangkap oleh mata kasat manusia. Belum pluralitas keindahan yang tampak oleh mata burung. Belum mosaik sorga jannatunna’im. Sungguh Al-Fatihah Al-’Alamin.

Emha Ainun Nadjib
11 Juni 2023.

Lainnya

Kerapuhan Psikologis dan Wudlu Kehidupan

Kerapuhan Psikologis
dan Wudlu Kehidupan

Kita tenang-tenang saja. Seakan-akan pasti aman sampai Kiamat. Tidak mungkin terjadi hal-hal yang di luar perkiraan kita. Sampai suatu hari “mak bedunduk”. “Innallaha Khobirun bima ta’malun”.

Ati-ati Lé: Tidak Ada Syafaat Lho!

Ati-ati Lé:
Tidak Ada Syafaat Lho!

Kenapa Allah tidak melindungi Sayidina Utsman bin Affan dari pembunuhan oleh Kaum Muslimin sendiri? Kenapa Allah tega membiarkan Sayidina Ali bin Abi Thalib dihunjam pedang tatkala bersujud oleh Ibnu Muljam?